alexametrics

Terdampak PSBB Surabaya, 100 Ribu KK Dapat Sembako

29 April 2020, 17:07:41 WIB

JawaPos.com – Bantuan bahan pokok tidak hanya diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tapi, orang-orang yang tak bisa bekerja karena imbas penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) juga akan diberi bantuan sembako oleh Pemkot Surabaya.

Pada saat PSBB diberlakukan mulai kemarin (28/4) hingga 11 Mei, memang ada unit usaha yang tak boleh buka. Misalnya, unit usaha garmen, departement store, dan berbagai usaha lain selain yang dikecualikan dalam PSBB.

Wakil Ketua I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Surabaya Whisnu Sakti Buana menuturkan, jumlah MBR di Surabaya mencapai 227 ribu keluarga. Jumlah warga lain yang terimbas PSBB itu sekitar 100 ribu KK. ”Data sudah kita pegang. Nanti kami suplai dengan sembako,” ungkap Whisnu di Balai Kota Surabaya kemarin (28/4).

Dia menjelaskan bahwa orang yang terimbas PSBB itu adalah para karyawan yang tidak bisa bekerja lagi karena tempat mereka bekerja ditutup. Selain itu, kondisi perekonomian mereka pas-pasan. Keuangan mereka tidak cukup memadai untuk menghidupi keluarga dalam dua pekan ke depan. ”Ada juga yang bukan warga Surabaya, tapi mereka ini terimbas kebijakan penerapan PSBB di Surabaya,” ungkap wakil wali kota Surabaya itu.

Orang-orang dari luar Surabaya itu tidak boleh pulang kampung. Bila nekat pulang kampung, mereka akan menjadi orang dalam pemantauan (ODP). Sebab, Surabaya dianggap sebagai daerah yang telah terjadi transmisi lokal. Sebagai ODP, mereka harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari. ”Sementara mereka ini kos. Nah, ini mereka kami data. Mereka kami bantu,” jelas dia.

Dengan memberikan bantuan tersebut, pemkot berharap agar mereka tetap tinggal di tempat masing-masing. Tidak harus keluar rumah. Sebab, saat ini harus ada kebersamaan untuk disiplin pada protokol kesehatan. Di antaranya, tetap berada di rumah, memakai masker bila harus keluar rumah, tidak bersalaman, rajin cuci tangan, dan menghindari kerumunan.

”Menuntaskan Covid-19 ini harus bersama-sama. Tidak bisa kita egois. Kita harus gotong royong untuk sama-sama patuh pada protokol kesehatan,” ujarnya.

Whisnu mengakui memang masih ada warga yang kurang peduli. Mereka sebenarnya sudah tahu adanya protokol kesehatan, termasuk menggunakan masker saat berada di luar rumah. Tapi, mereka seolah meremehkannya. ”Ada juga yang masih berboncengan. Kalau keluarga masih boleh, tapi lebih baik sekarang ini dihindari dulu kalau tidak benar-benar terpaksa,” imbuh dia.

Kondisi jalan di Surabaya kemarin (28/4) relatif lengang daripada pekan lalu. Memang masih banyak toko atau usaha yang buka. Namun, tak sedikit yang mematuhi imbauan untuk tutup sementara selama 14 hari ke depan.

Dari laporan Pemkot Surabaya di pos perbatasan dan jalan utama, masih ditemukan sejumlah pelanggaran. Misalnya, para tukang ojek online yang bergerombol dan banyak pengendara sepeda motor yang berboncengan. Ada pula temuan pengendara dari luar Surabaya yang berusaha masuk ke dalam kota. Pengendara tersebut mengaku bekerja di Surabaya, tapi tidak membawa surat keterangan bekerja atau ID card. Mereka pun diimbau untuk kembali.

Sementara itu, pengepakan bantuan untuk warga kurang mampu dan warga terimbas PSBB dilakukan di gedung Convention Hall, Jalan Arif Rahman Hakim. Di tempat tersebut banyak petugas yang membungkus paket-paket sembako.

Armada untuk pengangkutan sembako dari Convention Hall hingga pendistribusian kepada warga menggunakan dump truck dinas pekerjaan umum bina marga dan pematusan (DPUBMP). Bagian dalam truk tersebut terlihat bersih.

Kepala DPUBMP Erna Purnawati menjelaskan, ada 15 dump truck yang dilibatkan dalam pengiriman bantuan tersebut. Satgas dari DPUBMP juga membantu bongkar muat truk tersebut. ”Ya, ini namanya bekerja sama. Sudah dari kemarin ikut membantu,” ungkap Erna.

BIDANG YANG BOLEH BUKA, TAPI TERBATAS

  • Kantor pemerintah, BUMN, dan BUMD yang ikut menangani Covid-19
  • Usaha bidang kesehatan, energi, logistik, perhotelan, konstruksi, dan industri strategis
  • Kebun binatang, taman margasatwa, hingga pemadam kebakaran
  • Panti asuhan, panti jompo, dan panti sosial
  • Toko bahan pangan, bahan pokok, dan barang penting, termasuk bahan bangunan
  • Sektor keuangan seperti bank, asuransi, hingga vendor pengisian ATM
  • Media cetak dan elektronik
  • Telekomunikasi dan internet, penyiaran, dan layanan nirkabel
  • Ekspedisi logistik bahan pokok, termasuk jasa ojek online untuk barang saja
  • Pompa bensin, elpiji, dan yang terkait
  • Pembangkit listrik
  • Pasar modal
  • Cold storage
  • Keamanan pribadi
  • Pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri objek vital nasional
  • Kebutuhan sehari-hari

Yang tidak termasuk di antaranya: toko pakaian atau garmen, toko elektronik, showroom mobil, travel, tempat hiburan umum

Perihal Bantuan

  • Karyawan yang dirumahkan imbas PSBB bisa mendapatkan bantuan dari pemkot.
  • Juga warga yang selama ini masuk kategori MBR di Surabaya.
  • Pemkot menerima bantuan dari perusahaan swasta, negeri, komunitas, hingga warga, ada yang berbentuk sembako, untuk disalurkan kepada yang berhak.

Sumber: Pergub Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB dan data diolah

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jun/c6/git

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads