alexametrics

PSBB Surabaya, Satpol PP Keliling ke Swalayan hingga Pertokoan

29 April 2020, 17:48:37 WIB

JawaPos.com – Hari pertama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya Selasa (28/4), masih banyak pelanggaran terhadap peraturan gubernur (pergub) dan peraturan wali kota (perwali) yang mengatur PSBB tersebut. Pemkot Surabaya memang belum memberikan tindakan atau sanksi atas pelanggaran itu. Pemkot masih mengedepankan langkah-langkah persuasif.

Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto menuturkan bahwa sosialisasi terkait dengan PSBB terus digencarkan. Tim dari satpol PP diminta berpencar untuk menjangkau sebanyak-banyaknya tempat usaha dan objek-objek lain yang terimbas PSBB tersebut. ”Hari pertama ini (kemarin, Red) memang lebih banyak sosialisasi dan mengimbau kepada masyarakat agar disiplin untuk physical distancing. Kami patroli berkeliling,” ungkap Irvan Selasa (28/4).

Kemarin sosialisasi lebih banyak difokuskan di gedung perkantoran dan mal. Para petugas dengan cara-cara humanis meminta agar para pemilik usaha itu mau memenuhi protokol kesehatan. ”Pasar tradisional juga kami imbau,” ungkap dia.

Sosialisasi itu sebenarnya melibatkan banyak pihak. Termasuk pihak kecamatan agar mereka ikut menyurati para pelaku usaha di wilayah masing-masing. Memang ada unit usaha yang boleh buka selama pandemi, seperti usaha makanan dan minuman serta logistik. Tapi, selain yang diatur dalam perwali dan pergub tersebut, usaha itu harus ditutup saat PSBB selama 14 hari. Yang tidak masuk aturan tersebut, misalnya, showroom mobil, toko elektronik, hingga toko baju.

”Para camat sudah diminta membuat surat imbauan. Kalau tak sesuai dengan Perwali 16/2020, terutama di pasal 9 dan 10, silakan menutup sendiri usahanya,” jelas Irvan. 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jun/c6/ano

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads