alexametrics

Persebaran Covid-19 di Jatim: 21 Persen Pasien Positif dari OTG

29 April 2020, 16:16:21 WIB

JawaPos.com – Makin ketatnya pembatasan aktivitas publik yang dilakukan pemprov dan seluruh pemangku kebijakan di kabupaten/kota di Jatim cukup beralasan. Sebab, hingga kini, persebaran coronavirus disease (Covid-19) di provinsi ini belum menunjukkan tanda menurun.

Hingga kemarin, tercatat sudah ada 855 pasien yang dinyatakan positif virus korona. Jumlah tersebut bertambah 59 orang dibanding sehari sebelumnya.

Bukan hanya itu, persebarannya juga masih merata. Hingga kemarin, tinggal tiga daerah yang berstatus zero Covid-19. Dari jumlah itu, hanya Sampang yang berstatus hijau alias di sana hanya terdapat warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Sementara itu, Ngawi dan Kota Madiun berstatus kuning karena di sana ada pasien dalam pengawasan (PDP).

Yang juga patut diwaspadai adalah riwayat para pasien yang dinyatakan positif virus korona. Ternyata, sebagian di antaranya adalah warga yang sebelumnya berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Karena itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mewanti-wanti masyarakat untuk terus berhati-hati. ”Banyak OTG yang berpotensi menjadi positif,” katanya di Gedung Grahadi, Surabaya, kemarin.

Khofifah mengatakan, OTG bisa menjadi carier (penular). Mereka tidak menunjukkan gejala apa pun. Mereka juga bersosialisasi seperti biasa. Mereka tidak sadar bahwa dirinya terjangkit virus korona. ”Ini yang bahaya,” katanya.

Berdasar data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jatim, pasien berstatus Covid-19 yang awalnya merupakan OTG cukup banyak. Misalnya, di Surabaya, dari 392 pasien positif, 21 persennya awalnya berstatus OTG. Sementara itu, 61 persennya adalah peningkatan dari PDP.

Dari data tersebut, memang mayoritas pasien positif virus korona berasal dari PDP. Tapi, masyarakat perlu mewaspadai OTG. Karena itu, social distancing dan physical distancing menjadi cara tepat untuk mengatasi persebaran virus korona. ”Apalagi, OTG tidak dalam pantauan, juga tidak dalam pengawasan,” ujarnya.

Karena itu, mantan menteri sosial (Mensos) tersebut mengapresiasi penyelenggaraan observasi dan karantina yang dilakukan hingga di tingkat desa/kelurahan. ”Langkah tersebut sangat efektif,” katanya.

Sebab, pencegahan virus korona harus diatasi bersama. Pemerintah butuh peran masyarakat. ”Karena itu, kami tak pernah lelah untuk mengajak masyarakat untuk tetap jaga jarak, terapkan pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Saat ini ada 7.387 desa yang memiliki ruang observasi. Mereka menggunakan ruang seadanya. Tapi, layanan yang diberikan cukup nyaman. Dari semua desa itu, tercatat ada 3.268 orang yang sudah masuk karantina.

KETERSEDIAAN RUANG OBSERVASI PEMUDIK DI DESA/KELURAHAN SE-JATIM

  • Jumlah desa/kelurahan yang memiliki ruang observasi : 7.387 desa/kelurahan
  • Persentase : 86,7 persen
  • Terpakai : 413 desa/kelurahan
  • Jumlah pasien yang dikarantina : 3.268 orang

Sumber: Pemprov Jatim (data hingga pukul 18.00, Selasa 28 April 2020)

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : riq/c25/ris

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads