alexametrics

Lalu Lintas di 17 Akses Keluar Masuk Kota Surabaya Lancar

29 April 2020, 19:26:36 WIB

JawaPos.com–Lalu lintas di 17 akses keluar masuk Kota Surabaya, Jawa Timur, saat pelaksanaan pembatasan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hari kedua pada Rabu (29/4), terpantau relatif lancar. Hal tersebut berbeda dengan hari pertama yang sempat terjadi kepadatan.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, pelaksanaan PSBB hari kedua khususnya di pintu masuk melalui Bundaran Waru sudah mulai lancar tidak seperti hari pertama. ”Jadi kami sudah bisa melakukan efektivitas kerja,” kata Eddy seperti dilansir dari Antara pada Rabu (29/4).

Selain itu, kata Eddy, hal yang sama juga terjadi di beberapa titik lain lokasi pemeriksaan kendaraan lain. Sejak pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB, dari pantauan petugas di lapangan, arus lalu lintas kendaraan di beberapa lokasi posko check point juga relatif lancar. Adapun posko chek point di antaranya Terminal Tambak Oso Wilangun (Benowo), Dupak Rukun (Asemrowo), Kodikal (Pabean), Mayjen Sungkono di rumah pompa (Dukuh Pakis), Gunungsari (Jambangan), Kelurahan Kedurus (Karang Pilang), Masjid Agung (Gayungan), dan Jeruk (Lakarsantri).

Selanjutnya, di Terminal Benowo (Pakal), Tol Simo (Sukomanunggal), samping Cito (Dishub), Jalan MERR (Gunung Anyar), Suramadu (Kenjeran), Rungkut Menanggal (Gunung Anyar), Wiguna Gunung Anyar Tambak (Gunung Anyar), Margomulya (Tandes), dan Pondok Chandra (Gunung Anyar).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad menambahkan, pelaksanaan PSBB pada hari kedua terjadi penurunan aktivitas arus lalu lintas kendaraan di 17 titik akses masuk Kota Suabaya. ”Sejak pukul 06.00 WIB, memang dibandingkan hari pertama pelaksanaan PSBB jauh sekali penurunan, tidak hanya di titik Cito (Bundaran Waru), termasuk di 17 titik lain,” kata Irvan.

Selain itu, Irvan juga mengungkapkan, aktivitas lalu lintas kendaraan juga terjadi penurunan di lokasi posko check point di exitexit tol di Kota Surabaya. ”Jauh menurun, baik di Cito atau di exitexit tol juga terjadi penurunan dibandingkan hari pertama,” terang Irvan.

Menurut dia, turunnya aktivitas kendaraan itu karena masyarakat sudah banyak yang mengetahui informasi terkait penerapan PSBB di Surabaya selama 14 hari, baik itu warga luar kota maupun warga Surabaya. ”Karena memang masyarakat sudah banyak yang tahu, yang dari arah luar kota, kemudian dari dalam kota pun terinformasi, sehingga mereka menyesuaikan dengan pelaksanaan PSBB,” ujar Irvan.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads