alexametrics

Kapolda Jatim Bentuk Covid Hunter, Buru PDP dan ODP Tak Taat Karantina

29 April 2020, 20:07:37 WIB

JawaPos.com – Polda Jatim membentuk tim Covid Hunter. Satuan khusus itu dibentuk untuk memburu orang-orang yang seharusnya menjalani karantina, tapi masih berkeliaran. Tim tersebut akan menjemput paksa dan mengembalikannya ke rumah sakit.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengungkapkan, tim baru itu terdiri atas 15 orang. Tugas mereka, salah satunya, memburu warga yang berstatus orang dengan pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang berkeliaran.

Unit Covid Hunter itu dibentuk karena berdasar hasil evaluasi ditemukan kesimpulan bahwa orang yang seharusnya dikarantina tersebut paling banyak menularkan virus. Sebab, mereka berkeliaran dan berinteraksi dengan warga lain. Nah, satgas itulah yang bertugas memburu warga tersebut dengan menggunakan alat pelindung diri lengkap dan ambulans. Sebab, yang dihadapi adalah warga yang berstatus ODP dan PDP.

Satgas itu, lanjut Luki, terdiri atas petugas Direktorat Kriminal Umum, Bidang Kedokterdan, dan Kesehatan Polda Jatim serta Dinas Kesehatan Provinsi. ”Mulai hari ini, minta data pasien ke rumah sakit. (Pasien, Red) yang pergi dari rumah sakit tanpa izin dan kabur akan ditangkap, diamankan, dilakukan upaya paksa, dan akan dikembalikan ke rumah sakit rujukan,” tegasnya.

Jenderal bintang dua tersebut menambahkan, virus korona ini tidak terlihat dan menempel di manusia. Karena itulah, salah satu bentuk pencegahannya adalah mengamankan manusia yang menjadi sarana penularan. Terutama, yang sudah dinyatakan PDP dan ODP. Luki mengatakan, banyak ODP dan PDP yang belum dinyatakan positif sudah meninggal.

Luki sempat mengecek kesiapan tim Covid Hunter sebelum diterjunkan kemarin. Mereka mengenakan alat pelindung diri secara lengkap dan membawa disinfektan untuk disemprotkan ke tubuh. ”Coba dipraktikkan sesuai SOP,” jelasnya. Tim itu pun menunjukkan kesiapannya.

Setiap tim yang bertugas mengamankan ODP atau PDP untuk dibawa ke rumah sakit minimal berjumlah empat orang. Satu orang mengamankan pasien. Dua orang lainnya bertugas menyemprotkan cairan disinfektan ke tubuh pasien. Satu orang lainnya menunggu di ambulans.

Mantan Wakabaintelkam Mabes Polri tersebut menerangkan, hingga saat ini, ada 400-an orang yang masuk daftar perburuan tim Covid Hunter. ”Areanya Surabaya saja. Tim ini bergerak setiap hari,” tutur orang nomor satu di Kepolisian Daerah Jatim itu.

Tugas Covid Hunter

  • Mencari data ODP dan PDP yang kabur dari rumah sakit.
  • Melacak dan menangkap mereka dengan menggunakan APD lengkap dan ambulans.
  • Memasukkan mereka ke rumah sakit rujukan.
  • Sudah ada 400 orang yang masuk daftar buruan di Surabaya.

Sumber: Polda Jatim

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : (den/c25/eko)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads