alexametrics

Dokter Berkatnu Meninggal, Risma Semangati Tenaga Medis RS Soewandhie

29 April 2020, 15:47:44 WIB

JawaPos.com – Kepergian dr Berkatnu Indrawan Janguk meninggalkan duka mendalam bagi Pemkot Surabaya. Dokter yang bertugas di RSUD dr M. Soewandhie itu meninggal pada Senin (27/4) pukul 17.46.

Selasa pagi (28/4) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bertemu dengan keluarga mendiang dokter Berkatnu untuk mengucapkan belasungkawa. Selanjutnya, Risma juga datang ke rumah sakit milik pemkot tersebut untuk membesarkan hati dan menyemangati para tenaga medis.

Risma mengunjungi keluarga mendiang dokter Berkatnu untuk menyampaikan permohonan maaf dan berbelasungkawa. Dia juga mengucapkan terima kasih yang sangat tulus atas dedikasi dokter Berkatnu yang selama ini bekerja di RSUD dr M. Soewandhie.

’’Terima kasih atas semua pengabdian almarhum. Saya janji kembali dengan memberikan penghargaan,’’ kata Risma kepada keluarga mendiang kemarin. Piagam penghargaan tersebut diberikan berkat dedikasi dokter Berkatnu yang ikut serta dalam penanganan Covid-19 di Surabaya.

Dokter Berkatnu meninggal setelah dirawat sekitar tiga pekan terakhir di ruang isolasi. Sebab, dia pernah terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, hasil tiga tes swab terakhir menunjukkan bahwa dia negatif Covid-19. Tetapi, pada Senin lalu kondisinya yang sempat membaik tiba-tiba saja memburuk. Berdasar hasil pemeriksaan, ternyata ada pembengkakan pada jantung dokter Berkatnu. Jenazah langsung disemayamkan di tempat pemakaman umum (TPU) di Surabaya Timur dengan protokol penyakit menular.

Setelah bertemu dengan keluarga dokter Berkatnu, Risma lantas menuju ke RSUD dr M. Soewandhie. Dia bertemu dengan para tenaga medis, mulai dokter hingga perawat, yang selama ini bekerja keras untuk merawat pasien Covid-19. Dia berharap para tenaga medis tidak mengabaikan kesehatan. Sebab, bila sedikit saja ceroboh, mereka bisa membahayakan diri sendiri dan keluarga. ’’Tolong semuanya juga pakai face shield. Semangat ya semuanya!’’ ujar Risma.

Dia pun memastikan para tenaga medis akan mendapatkan alat pelindung diri (APD) dengan kualitas paling bagus. Tujuannya, mereka aman saat menjalankan tugas kemanusiaan tersebut. APD itu terdiri atas baju hazmat, sarung tangan, face shield, sepatu bot, hingga masker N95. ’’Saya minta nanti garda terdepan harus memakai APD terbaik dan lengkap, baik para perawat, dokter, maupun bagian administrasi,’’ tegas Risma.

Risma menyarankan agar para tenaga medis membawa baju rangkap dua atau lebih. Jadi, setelah keluar dari area rumah sakit, mereka bisa langsung ganti baju agar lebih aman. ’’Di depan ini, ada toilet. Saya juga minta para dokter bisa ganti baju. Kalau perlu, mandi dulu di sana,’’ tutur Risma.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Febria Rachmanita mengungkapkan, dokter Berkatnu termasuk dokter yang ramah. Banyak kenangan yang dirasakan rekan-rekan sejawat. Salah satunya adalah cerita tentang kartu tanda pengenal dokter Berkatnu yang minta untuk segera diambil karena akan ada PSBB. Apalagi, dokter asal Palangka Raya itu sempat pulih. ’’Orangnya itu baik. Masih muda juga,’’ ungkap Feni –sapaan akrab Febria Rachmanita– kemarin.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim Dr dr Sutrisno SpOG (K) menyebutkan, hingga kemarin siang ada dua dokter di Jatim yang meninggal berkaitan dengan Covid-19. Dia menyebutkan bahwa sumber penularan adalah pasien yang pernah menjalani kontak dengan dokter tersebut. ’’Untuk penyebab pasti meninggalnya, sedang dilakukan audit medis komite medik rumah sakit tempat meninggalnya,’’ jelasnya.

Berdasar informasi Pemkot Surabaya, dokter Berkatnu termasuk salah seorang dokter yang turut menangani pasien asal Pemalang. Pasien itu tidak lengkap menyampaikan riwayat sakitnya. Ternyata, sebelum berobat ke rumah sakit tersebut, pasien itu positif Covid-19.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter :  jun/c14/git

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads