alexametrics

Dicegat, Orang Dalam Risiko Covid-19 Berani Kabur

29 April 2020, 15:59:15 WIB

JawaPos.com – Pada hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Surabaya, petugas mendapati orang dalam risiko (ODR) yang keluyuran. Guna memberikan perawatan lebih lanjut, tim gerak cepat (TGC) langsung menyiapkan ambulans. Sayangnya, sebelum mobil ambulans datang, pengendara tersebut langsung kabur.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00. Saat itu petugas dishub menghentikan laju kendaraan berpelat nomor selain L dan W 

Kebetulan, motor yang dikendarai Suprapto berpelat N. Identitas dia pun diperiksa. Suprapto ditanya tentang keperluannya datang ke Surabaya. ’’Saya asli Surabaya, tapi ber-KTP Jakarta, Pak,’’ ucap Suprapto kepada petugas.

Selain menyodorkan KTP, dia menunjukkan surat keterangan dari RSUA yang isinya menyatakan dirinya sudah menjalani tes foto rontgen dan pemeriksaan paru-paru. Hasil tesnya negatif. Namun, Suprapto masuk kategori ODR lantaran datang dari Jakarta pada awal bulan ini.

Karena yang bersangkutan tidak dibekali surat dari perusahaan, apalagi datang dari Jakarta, akhirnya petugas menyuruhnya putar balik. Dia dan petugas terlibat adu argumen. Suprapto mengaku tiba di Surabaya pada 1 April lalu. Dia juga sudah mendatangi rumah sakit untuk mengecek terpapar Covid-19 ataukah tidak. ’’Ini disuruh balik. Terus, aku mau ke mana? Omahku Tambaksari,’’ katanya.

Suprapto menceritakan, pada pukul 06.00 dirinya berangkat dari rumahnya di Tambaksari menuju Sidoarjo untuk bertemu dengan teman lamanya. Nah, pas balik ke rumah, tepatnya di bundaran Waru, Suprapto distop petugas karena motornya berpelat N. Perselisihan sempat terjadi. Sebab, dia dihentikan tanpa diberi solusi. ’’Sampek kapan aku nak kene?’’ ujarnya kepada petugas.

Petugas yang berada di lokasi pun bingung. Sekitar satu jam berselang, akhirnya TGC tiba di lokasi. Hanya, saat itu mereka masih menunggu ambulans datang. Suprapto sudah cemas. Apalagi, hampir lebih dari satu jam dia berada di lokasi. Melihat petugas yang lengah, dia yang sebelumnya berdiri kemudian menuju sepeda motornya. Setelah menengok kanan kiri, dia lantas kabur begitu saja.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyatakan bahwa identitas satu orang berstatus ODR yang kabur saat pemeriksaan PSBB tadi dicatat tim. Orang itu akan dijemput tim khusus penanganan Covid-19. ’’Kami bakal datang dengan memakai APD lengkap bersama ambulans khusus penanganan Covid-19,’’ tuturnya saat memperkenalkan tim Covid Hunter di Mapolda Jatim kemarin.

Luki menuturkan, seharusnya warga dengan status itu tidak boleh keluar rumah. Apalagi, dia telah mendapat surat medis. Alasan lain, yang bersangkutan juga baru pulang dari Jakarta.

Hal serupa berlaku untuk 400 orang yang diawasi tim Covid Hunter. Mereka berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : omy/den/c14/git

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads