alexametrics

Kasus Aktif di Surabaya 156 Orang, Rekor Baru sejak 14 September

29 Januari 2022, 06:40:35 WIB

JawaPos.com– Dari hari ke hari belakangan, kasus aktif Covid-19 di wilayah Surabaya Raya masih terus merangkak naik. Terutama di Kota Surabaya. Warga yang terkonfirmasi virus korona itu bertambah cukup signifikan setiap hari. Karena itu, disiplin protokol kesehatan (prokes) dan kepatuhan vaksinasi tetap menjadi kunci menekan potensi lonjakan.

Berdasar data yang diunggah Pemprov Jatim pada Jumat (28/1), jumlah kasus aktif di Kota Surabaya sudah di atas 100 orang lagi. Tepatnya, sebanyak 156 orang atau bertambah 99 orang dibandingkan sehari sebelumnya. Jumlah itu tertinggi kedua di bawah Kota Malang yang mencapai

Angka di atas 156 tersebut merupakan rekor sejak 19 September 2021 lalu. Artinya, setelah tanggal itu, kasus aktif di Kota Surabaya terus menurun cukup signifikan. Bahkan, pernah hanya tinggal 3 orang saja. Yakni, pada 29 Desember 2021. Nah, dalam sepekan terakhir ini, tambahan kasus positif jumlahnya naik lumayan signifikan.

Kasus aktif di Kota Surabaya mencapai titik eksponensial atau puncaknya pada 23 Juli 2021 lalu. Atau disebut gelombang kedua. Saat itu, kasus aktif di Kota Pahlawan saja mencapai 11.689 orang. Tambahan warga yang terkonfirmasi positif setiap hari rata-rata lebih dari 1.000 orang. Tercatat tertinggi di Jatim.

Sejak kasus Covid-19 mulai mewabah pada Maret 2020 hingga kemarin (28/1), total warga Surabaya yang terkonfirmasi positif sebanyak 67.557. Jumlah yang sembuh mencapai 64.838 orang dan meninggal dunia 2.563 orang. Artinya, tingkat kesembuhan (recovery rate) 95,98 persen dan tingkat kematian (fatality rate) 3,79 persen.

Sementara itu, data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, belakangan persentase jumlah pasien yang menjalani rawat inap di rumah sakit juga mengalami tren menaik. Pada awal 2 Januari, hanya 0,24 per 100.000 penduduk per minggu. Nah, pada 27 Januari, dari 0,24 itu menjadi 2,29. Kendati demikian, sejauh ini asesmen untuk Surabaya tetap berada di level 1.

Editor : M. Sholahuddin

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads