alexametrics

Beli Faktur Pajak Fiktif agar PPN Murah, Negara Rugi Rp 1,9 Miliar

28 September 2021, 11:48:55 WIB

JawaPos.com – PT Antartika Transindo (AT) ingin pembayaran pajaknya lebih enteng. Alfis Indra, direktur perusahaan jasa pengurusan transportasi tersebut, membeli faktur pajak fiktif. Tujuannya, mengurangi beban pembayaran PPN (pajak pertambahan nilai).

Jaksa penuntut umum Nur Rachmansyah dalam dakwaannya menjelaskan, Alfis menjalankan perusahaannya dengan mengirimkan barang dari konsumen. Bila ada modal, semuanya akan dikerjakan sendiri. Mulai pengangkutan, pengapalan, hingga agen di lokasi tujuan.

Bila dia tidak memiliki cukup modal, pekerjaan itu disubkontrakkan kepada pihak lain. Pembayaran dilakukan secara tunai maupun transfer. PT AT menerbitkan faktur pajak keluaran, surat jalan, dan invoice kepada konsumen dalam setiap transaksi.

Alfis meminta karyawannya, Shany Yomoginta, membuat surat pemberitahuan (SPT) tahunan PPN. Dia memberikan data-data berupa faktur pajak keluaran, faktur pajak masukan, dan lainnya. Setelah mendapatkan data dari Alfis, Shany mengerjakan laporan dengan memasukkan data. Laporan SPT PPN yang sudah jadi itu kemudian ditandatangani Alfis selaku direktur.

Selama dua tahun, sejak 2011 hingga 2013, Alfis melaporkan faktur pajak masukan dari lima perusahaan. Padahal, terdakwa Alfis melalui PT AT tidak pernah melakukan transaksi atau penyerahan jasa dengan lima perusahaan tersebut.

”Sehingga faktur pajak yang dilaporkan merupakan transaksi yang tidak sebenarnya atau fiktif dan tidak dapat dikreditkan dengan pajak keluaran PT Antartika Transindo,” jelas jaksa Nur dalam dakwaannya.

Menurut Nur, faktur-faktur pajak masukan dari lima perusahaan itu tidak berdasar transaksi yang sebenarnya (TBTS). Faktur tersebut diperoleh terdakwa Alfis dengan memerintah karyawannya untuk membeli faktur pajak masukan milik perusahaan lain dari para perantara atau makelar faktur pajak. Faktur pajak itu dibeli seharga 30 persen dari nilai PPN yang dibayarkan secara tunai untuk mendapatkan keuntungan yang lebih.

”Faktur tersebut telah dikreditkan untuk mengurangi pembayaran PPN oleh terdakwa Alfis Indra melalui PT Antartika Transindo sebagaimana dalam pelaporan SPT masa PPN Januari 2011 sampai Desember 2013,” paparnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/c14/eko

Saksikan video menarik berikut ini: