alexametrics

Penghuni Asrama Papua Tolak Gubernur Lukas dan Khofifah

Ada Teriakan Papua Merdeka
28 Agustus 2019, 11:46:34 WIB

JawaPos.com – Gubernur Papua Lukas Enembe belum berhasil menemui mahasiswa Papua yang tinggal di asrama Jalan Kalasan, Surabaya. Sebab, puluhan mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut menolak bertemu siapa pun. Lukas bersama Yulce Wenda Enembe, sang istri, yang didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa akhirnya pergi meninggalkan asrama tersebut.

Acara itu berlangsung pukul 17.30. Tepatnya setelah ramah-tamah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Lebih dari 15 mobil tiba di lokasi asrama mahasiswa Papua tersebut. Lukas bersama istri dan Khofifah langsung menuju gerbang asrama. Di pagar itu tertempel tulisan penolakan kunjungan.

Lukas bermaksud mengajak mahasiswa tersebut untuk berkomunikasi. Namun, langkah itu tidak mendapat sambutan positif. Mereka mengusir rombongan tersebut. ”Pulang semua. Kalian tidak bisa baca, kami menolak kunjungan,” teriak mereka dari dalam asrama.

Semula, Lukas dan rombongan berusaha sabar. Dia tetap berdiri di pintu tersebut. Namun, penolakan makin gencar. Bahkan, ada seorang pria yang mengangkat kursi dan hendak melemparnya ke pagar. Penghuni asrama terus berteriak bersahut-sahutan. ”Lepas Garuda. Indonesia penjajah. Turunkan Merah Putih. Papua merdeka.” Teriakan itu terdengar dari dalam asrama. ”Kami bukan monyet. Kalianlah yang monyet.” Teriakan berlanjut disertai lolongan menirukan suara monyet.

KUNJUNGAN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menerima Gubernur Papua Lukas Enembe di Gedung Grahadi Selasa (27/8/2019) sore, Bahas Solusi Pascainsiden Asrama Papua. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Whisnu Prasetja Boedi menyarankan rombongan untuk meninggalkan lokasi. Itu dilakukan agar situasi tetap kondusif. Rombongan pun meninggalkan lokasi.

Awak media yang meliput peristiwa tersebut juga terkena sasaran amukan. Cacian dan usiran ditujukan kepada puluhan awak media itu. Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan pun meminta para awak media segera meninggalkan lokasi. ”Ayo kembali agar situasi kondusif,” katanya.

Kendati tidak diterima, Lukas memastikan tidak ada masalah. Yang penting, saat ini Papua dan Jawa Timur aman. Lukas akan mengirim tim untuk melakukan penyelidikan di Surabaya. Tim tersebut akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jatim. Harapannya, tim mendapat hasil positif.

Dia juga sudah menugasi beberapa staf untuk datang ke Surabaya beberapa hari lalu. Namun, penghuni asrama juga menolak bertemu dengan mereka. Bahkan, orang tua salah seorang penghuni asrama ditolak saat hendak masuk. Lukas berencana menjadwalkan ulang pertemuan itu. ”Yang penting, semua aman,” ucapnya. Dia juga menegaskan bahwa Papua akan selalu menjadi bagian dari NKRI. ”Kami adalah Indonesia. Itu sudah pasti,” tegasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : riq/c19/oni

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads