alexametrics

Jumlah Pelanggar Naik Signifikan, Gresik Peringkat Sembilan di Jatim

28 Juni 2022, 21:37:07 WIB

JawaPos.com- Penggunaan perangkat otomatis dalam Operasi Patuh Semeru 2022 dinilai efektif. Hal tersebut terbukti dari hasil analisis dan evaluasi (anev) yang menunjukkan grafik penindakan yang meningkat drastis.

Mayoritas pengendara terpantau melanggar prioritas operasi. Salah satunya, tidak menggunakan helm saat mengemudi. Operasi yang dimulai sejak 13 Juni tersebut telah berakhir. Selama melaksanakan patroli, petugas mengoperasikan perangkat otomatis.

Berupa mobil integrated node capture attitude record (INCAR) dan electronic traffic law enforcement (ETLE). ’’Dari hasil pantauan, ditemukan banyak pengendara yang abai. Khususnya yang tidak menggunakan helm,’’ ujar Kasatlantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosi.

Dalam operasi tersebut, petugas berfokus di tujuh jenis pelanggaran yang menjadi prioritas operasi. Yakni, tidak memakai helm SNI, melebihi batas kecepatan, pengendara di bawah umur, tidak memakai safety belt bagi R4, mengemudi di bawah pengaruh miras, menggunakan HP saat berkendara, dan melawan arus lalu lintas.

Hasilnya, Satlantas Polres Gresik mencatat 25.350 teguran. Serta, melayangkan surat tilang elektronik kepada 1.567 pelanggar. Itu tentu menjadi catatan bahwa angka pelanggaran lalu lintas di Kota Pudak terbilang tinggi. Menempati urutan kesembilan dari 40 polres wilayah Polda Jatim. ’’Tentu, upaya preventif dan sosialisasi akan terus kami tingkatkan untuk menekan angka pelanggaran,’’ tutur alumnus Akpol 2012 tersebut.

Engkos juga mengimbau masyarakat agar mematuhi peraturan lalu lintas untuk mengurangi angka kecelakaan. Bagi dia, itu sangat penting untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan pengendara lain. ’’Jadi, tidak perlu takut jika sudah tertib dan melengkapi surat-surat berkendara,’’ jelasnya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : yog/c12/diq

Saksikan video menarik berikut ini: