alexametrics

Selama PSBB Berlangsung di Surabaya, PGS Tak Beroperasi Lagi

28 April 2020, 09:48:59 WIB

JawaPos.com – Pusat Grosir Surabaya (PGS) akan kembali tidak beroperasi selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berlangsung di Surabaya. Senin (27/4) perundingan antara pedagang dan manajemen PGS dimediasi petugas Polsek Bubutan dan Polrestabes Surabaya.

Hasilnya, PGS yang baru buka delapan hari terpaksa tutup untuk kali kedua.

Informasi itu disampaikan Nicky, perwakilan pedagang yang bertemu untuk melakukan perundingan. ’’Dengan berat hati, pusat perbelanjaan dan toko swalayan wajib menaati ketentuan-ketentuan yang tercantum,’’ tuturnya sembari membacakan surat pemberitahuan di hadapan para pedagang.

Sebelum surat pemberitahuan tersebut keluar, dia bersama puluhan pedagang mendatangi pengelola PGS, yakni PT Jasamitra Propertindo, di lantai dasar. Sebab, para pedagang telah menerima informasi yang simpang siur tentang penutupan PGS. Ditambah lagi, para pedagang mendapat informasi bahwa pasar dan mal lainnya boleh tetap buka. ’’Iya, masak yang lain buka. PGS saja yang ditutup. Makanya, kami minta kejelasan,’’ kata Nicky.

Namun, dialog antara pedagang dan pengelola itu sempat menemui deadlock sehingga memutuskan perwakilan pedagang dan pengelola mendatangi Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya.

Nicky menyatakan, pihaknya telah meminta kelonggaran agar pengelola memberikan waktu terhadap para pedagang untuk berkemas. Terutama menjual barang-barang sehingga bisa dipasarkan secara online.

Dia berharap Pemkot Surabaya juga memperhatikan nasib karyawan toko yang bekerja di PGS. Sebab, lanjut dia, banyak karyawan toko yang ber-KTP Surabaya.

Pedagang lainnya, Insanul Haq, menuturkan bahwa pihaknya mendukung pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun, dia menyayangkan jika pasar dan pusat perbelanjaan lainnya tetap buka. ’’Itu sih. Kalau memang PSBB total, ya ayo total. Kalau sudah jelas begini, kan enak,’’ ucapnya.

Pedagang yang memiliki tiga toko di PGS tersebut tentu memutuskan untuk berdagang secara online. Sebab, dengan cara itulah, pihaknya bisa menjaga kepercayaan pelanggan yang tersebar di berbagai provinsi. ’’Iya, kan ekspedisi masih bisa berlangsung. Semoga saja lancar,’’ tuturnya.

Sementara itu, perwakilan manajemen pengelola PGS Dedy Prasetyo menjelaskan bahwa awalnya pedagang mempertanyakan kejelasan informasi penutupan PGS saat PSBB. ’’Iya, kan semua juga harus mematuhi dan memahami perwali itu. Tapi, yang mucul malah misinformasi. Ada yang bilang Kapasan buka, sedangkan PGS tutup,’’ ujarnya kemarin. ’’Seharusnya ada penegasan atau peraturan turunan agar 1.500 pedagang ini jelas,’’ lanjutnya.

Dia berharap pengelola dengan pemerintah kota (pemkot) bisa bersinergi. Dedy mengungkapkan, setelah masa karantina 14 hari selesai, pihaknya tidak dilibatkan dalam sosialisasi PSBB dan hanya diberi selebaran.

Ketika disinggung tentang PGS tetap beroperasi atau tidak, pihaknya menegaskan bahwa PGS tutup sesuai dengan peraturan yang ada. Selama penutupan tersebut, pihaknya telah menyediakan hotline khusus untuk komunikasi antara manajemen dan pedagang. Selain itu, pihaknya menyiagakan petugas untuk melakukan piket rutin. ’’Posko komunikasi bakal kami buka. Siapa tahu, nanti ada pedagang yang mau ambil barang kan. Barangkali bisa sesuai dengan koridor peraturan,’’ tandasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c14/git

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads