alexametrics

PSBB Surabaya: Hari Ini dan Besok Masih Imbauan, Lusa Baru Penindakan

28 April 2020, 09:00:06 WIB

JawaPos.com – Kunci keberhasilan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Surabaya dinilai dari tiga hal. Yakni, kepatuhan masyarakat untuk memenuhi aturan PSBB, jumlah dan persebaran penderita Covid-19 menurun, serta kondisi ekonomi tidak terganggu. Untuk itu, sosialisasi menjadi jalan yang memudahkan tiga penilaian keberhasilan dari PSBB tersebut.

PSBB secara resmi telah berjalan mulai hari ini (28/4) hingga 11 Mei atau selama 14 hari. Diharapkan dalam dua pekan itu masyarakat patuh untuk tetap di rumah saja, memakai masker bila keluar, dan rajin cuci tangan serta disiplin menjaga jarak aman minimal 1 meter. Bila berhasil, pembatasan-pembatasan pada PSBB itu tak akan diperpanjang.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Eddy Christijanto mengungkapkan bahwa sosialisasi terus-menerus dilakukan secara simultan sejak tiga hari lalu. Sosialisasi itu hingga ke tingkat kecamatan dengan melibatkan muspika setempat.

Di tingkat kota sejumlah asosiasi pengusaha diundang untuk diberi pengarahan dan penjelasan PSBB.

”Sosialisasi di kecamatan melibatkan camat, Danramil, dan polsek. Lurah juga dilibatkan,” ungkap Eddy kemarin (27/4) yang ditemui di Balai Kota Surabaya.

Di tingkat kota juga ada sosialisasi indoor dan outdoor. Yakni, ada asosiasi yang diundang ke pemkot untuk diberi sosialisasi terkait PSBB yang mengacu pada pergub dan perwali tersebut. Para pengusaha itu terdiri atas pengelola pusat perbelanjaan, asosiasi kafe hotel dan restoran, asosiasi apartemen, pemilik minimarket, hipermarket, hingga PD Pasar Surya. ”Kalau outdoor itu kami datangi langsung lokasi terkait PSBB,” jelas Eddy.

Di 17 posko perbatasan juga sudah ada spanduk penjelasan protokol perbatasan. Intinya, orang-orang yang tak berkepentingan mendesak dilarang untuk masuk ke Surabaya selama PSBB.

”Teman-teman kepolisian juga melaksanakan sosialisasi tersendiri, siang dan malam ke tempat-tempat yang menjadi objek PSBB tersebut,” ujar Eddy.

Ada pula pertemuan antara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) yang terdiri atas Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kajari, hingga ketua DPRD Surabaya.

”Pemkot sudah siap untuk melaksanakan PSBB dan itu berlaku nanti malam (tadi malam, Red) pukul 00.00,” ungkap dia.

Ternyata pada awal PSBB, hari ini dan besok ada rencana untuk mengedepankan langkah-langkah imbauan kepada masyarakat. Tapi, lusa akan ada penindakan tegas. Sanksi yang bisa diberikan bagi pelanggar adalah teguran lisan, teguran tertulis, penghentian kegiatan, serta pencabutan izin.

”Memang indikator keberhasilan itu kepatuhan masyarakat terhadap perwali dan pergub. Yang kedua terkait dengan penurunan PDP dan konfirmasi positif, serta ketiga adalah ekonomi masyarakat kecil tetap jalan,” kata Eddy.

Terkait dengan kepatuhan masyarakat, pihak kepolisian dan satpol PP-lah yang akan menangani hal tersebut. Penurunan kasus PDP dan terkonfirmasi positif menjadi tanggung jawab dinas kesehatan yang mengukur. Sedangkan dari sektor ekonomi, dinas perdagangan serta dinas koperasi dan UKM yang akan mengukur.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah Surabaya Kanti Budiarti menjelaskan bahwa semua kecamatan se-Surabaya sudah bergerak untuk sosialisasi. Mereka melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat dalam sosialisasi tersebut.

”Diimbau kepada para pemilik warkop untuk tidak menyediakan tempat duduk. Tetap buka boleh, tapi langsung bungkus dibawa pulang,” jelas dia.

Koordinasi Terakhir, Kapolda Tekankan Skrining Ketat

Pimpinan kepolisian dari tiga wilayah yang menjalankan PSBB melakukan koordinasi di Mapolda Jatim kemarin. Polres Sidoarjo, Polrestabes Surabaya, Polres Tanjung Perak, dan Polres Gresik menyatakan kesiapannya. Mereka menjelaskan penempatan pos-pos dan kesiapan dalam penerapan PSBB di wilayah masing-masing. Caranya, menggunakan tactical floor game (TFG).

Dalam rapat koordinasi kemarin, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan beserta Pangdam V/Brawijaya Mayjen Widodo Iryansyah dan Sekda Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono memeriksa rencana setiap wilayah. Mereka bertiga aktif bertanya mengenai penerapan itu.

Luki Hermawan menekankan, masyarakat tidak perlu ketakutan dalam penerapan PSBB. Sebab, PSBB bukan lockdown. Penerapannya menitikberatkan pada pembatasan kegiatan. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan.

Dalam penerapan itu, lanjut dia, kendaraan tertentu memang masih diperbolehkan untuk beraktivitas. Misalnya, kendaraan pengangkut barang dan makanan, ambulans, listrik, pengantar makanan, dan kendaraan yang memuat BBM. ”Jam malam diberlakukan semua. Tapi, itu tidak berlaku untuk sentra-sentra ekonomi, termasuk pasar malam,” ucapnya.

Nah, dia berharap dalam penerapan itu, masyarakat bisa menaati aturan PSBB. Sebab, partisipasi masyarakat sangat penting dalam kelancaran kebijakan. Alasannya, diperlukan kerja sama dari masyarakat untuk menghentikan persebaran Covid-19. ”Ayo gotong royong, bantu pemerintah dan kepolisian serta dokter bahkan TNI untuk menghentikan penyebaran ini. Saya yakin masyarakat Jatim memahaminya,” terangnya.

Dia mengungkapkan, perbedaan PSBB Jawa Timur dan daerah lainnya adalah adanya upaya paksa. Nah, upaya paksa itu dilakukan untuk pasien yang mendapat perawatan secara mandiri. Apabila pasien tersebut tidak berada di rumah, tim bakal melakukan upaya paksa penjemputan dan mereka (pasien) dibawa ke rumah sakit.

Selain itu, mantan Wakabaintelkam Mabes Polri tersebut mengungkapkan, dirinya juga meminta personelnya untuk menindak tegas pelaku kejahatan yang masih terus mengganggu masyarakat. Dalam empat hari ke depan, tim masih memberikan imbauan dan teguran. ”Setelah itu, berikan peringatan tegas,” jelasnya.

Jenderal kelahiran Kudus itu mengungkapkan, dalam penerapan jam malam, belum ada sanksi. Namun, dia memerintah personel di lapangan untuk beroperasi keliling melihat situasi daerah. Jika menemukan banyak masyarakat yang masih keluar, pihaknya memberikan imbauan. Aturan itu bukan untuk warga yang mengadakan trek-trekan. ”Kalau ketemu, langsung tindak tegas. Kalau perlu dikurung saja. Karena kondisi Covid-19, bukan sebagai ajang nongkrong. Kebijakan ini melibatkan 4.312 personel gabungan,” tuturnya.

Kapolda Jatim menanyakan batas-batas wilayah dalam melaksanakan PSBB. Dia menanyai satu per satu polres. Selain itu, dia menanyakan lokasi penutupan jalan dan akses yang bakal melakukan skrining.

Misalnya, AKBP Ganis Setyaningrum mengungkapkan lokasi yang ditutup dalam upaya PSBB. Yakni, tiga lokasi. Perinciannya, perbatasan antara Gresik dan Surabaya exit toll Dupak, Jembatan Suramadu, serta Jalan Muhammad Natsir. ”Izin Jenderal, kami masih memperbolehkan masyarakat yang bekerja di Surabaya untuk masuk dan sebaliknya Jenderal. Tapi, kami lakukan sesuai dengan prosedur secara ketat, yakni pemeriksaan identitas, skrining, dan suhu badan,” terangnya.

Begitu juga dengan tiga polres lainnya. Kapolres Sidoarjo Kombespol Sumardji pun menerangkan lokasi-lokasi yang ditutup. Khususnya di daerah perbatasan Pasuruan dan Mojokerto. Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengungkapkan kondisi Gresik dalam persiapan itu. Di sisi lain, Polrestabes Surabaya yang diwakilkan AKBP Sudaryanto (Wakapolrestabes Surabaya) mengungkapkan persoalan peta wilayah zona merah dan lokasi dapur umum yang siap untuk membagi makanan bagi masyarakat terdampak.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jun/den/c10/ady

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads