alexametrics

ITS Ingin Rektorat, Laboratorium, dan Kelas Bebas Kucing

28 Februari 2020, 14:31:00 WIB

JawaPos.com – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengeluarkan surat edaran (SE) baru tentang area kampus bebas kucing. Kebijakan tersebut mendadak viral di media sosial. Termasuk di kalangan pencinta hewan.

Kepala Bagian Unit Komunikasi Publik ITS Anggra Ayu Rucitra mengatakan, SE tentang kampus bebas kucing sebaiknya tidak dipandang negatif Sebab, ada kesalahpahaman pada isi SE tersebut. Misalnya, pada paragraf yang menyebutkan upaya menciptakan suasana kampus bebas kucing mengacu pada area kantor atau unit kerja, bukan seluruh lingkungan kampus ITS. ”Jadi, kami sadari penyebutan area kampus bebas kucing tersebut dimaknai luas oleh masyarakat. Yakni, di seluruh lingkungan kampus ITS,” katanya.

Anggra menyatakan, poin itu menuai kontroversi di mata pembaca seiring menyebarnya isi SE tersebut. Namun, yang ditekankan dalam SE itu sebenarnya hanya kantor atau unit yang masuk area bebas kucing. Khususnya rektorat, laboratorium, kelas, dan perkantoran. ”Jadi, area-area tersebut diharapkan bisa bebas kucing,” ujarnya.

Anggra menjelaskan, selama ini ITS menerima banyak tamu atau kunjungan dari berbagai kalangan. Baik dari dalam maupun luar negeri. Kucing-kucing di area kantor atau unit kerja kadang dirasa mengganggu tamu. Sebab, tidak semua tamu bisa berdekatan dengan kucing secara langsung. ”Sehingga imbauan itu digunakan untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman, baik internal maupun tamu-tamu yang berkunjung ke ITS,” kata dia.

Anggra menambahkan, tidak ada maksud dari ITS untuk menyingkirkan kucing di area kampus atau melarang para pencinta kucing yang kebanyakan mahasiswa untuk merawatnya di luar lingkungan kantor atau unit kerja.

”Jadi, tidak serta-merta ITS melarang kucing masuk di lingkungan kampus ITS,” ujarnya.

Saat ini SE terkait kampus bebas kucing telah beredar di media sosial. Kontroversi pun bermunculan atas kebijakan tersebut. Anggra mengimbau agar masyarakat yang membaca SE itu tidak langsung menyimpulkan tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu. ”Kami tekankan kembali, imbauan pada SE tersebut hanya untuk menciptakan suasana kantor atau unit kerja bebas kucing,” kata dia.

Anggra mengatakan, ITS memiliki program eco-campus yang tentu sangat mendukung adanya keselarasan lingkungan. Baik flora maupun fauna yang ada di lingkungan kampus ITS. Selain itu, masih banyak satwa lain seperti berbagai jenis burung, tupai, dan kucing yang akan menambah daya tarik ITS sebagai kampus hijau. ”Saat ini kami melakukan pendataan jumlah dan mapping area kucing untuk menjaga agar kucing tidak overpopulasi,” jelasnya

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ayu/c6/git



Close Ads