alexametrics

Proyek Smelter PT Freeport di KEK Gresik Baru 8 Persen

Belum Banyak Serap Tenaga Kerja
27 November 2021, 12:07:33 WIB

JawaPos.com-  Progres pembangunan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, menjelang tutup tahun ini masih 8 persen. Di lahan seluas 100 hektare, PT Ciyoda International Indonesia (CII) sebagai penggarap engineering, procurement, dan construction (EPC) proyek smelter masih fokus pemadatan lahan.

Kepada awak media Gresik di acara stadium general Jumat (26/11) pagi, Vice President PTFI Riza Pratama menyampaikan, tahap permulaan pembangunan smelter itu memang lama. Sebelum pembangunan smelter, rekanan perlu meratakan dan memadatkan tanah hingga mencapai kestabilan yang sudah ditentukan.

Apalagi, tahapan tersebut sempat terdampak pandemi pada 2020. Meski demikian, Riza menyampaikan, proyek pembangunan smelter on progress. Menurut dia, sejauh ini pengerjaan di lapangan baru mencapai pemasangan tiang pancang. Total tiang pancang yang akan tertanam di lahan KEK Gresik itu sekitar 1.800 tiang. ’’Ini sudah banyak yang terpasang,’’ ujarnya.

Mungkin pembangunan dalam skala besar akan dimulai 2022. Selama pembangunan hingga proyeksi tuntas pada 2023 nanti, PT Ciyoda International Indonesia sebagai pelaksana kegiatan EPC membutuhkan total sekitar 40 ribu pekerja.

Lalu, ketika pemurnian konsentrat tembaga beroperasi pada 2024, kebutuhan tenaga kerja PTFI sekitar 1.000 orang. Tentu, Riza menyampaikan, tenaga kerja yang dibutuhkan untuk pengoperasian smelter harus memiliki kualifikasi khusus.

’’Yang jelas butuh skill metalurgis. Nanti spesifikasi SDM yang dibutuhkan kami share ke pemerintah daerah,’’ ujarnya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : son/c12/diq

Saksikan video menarik berikut ini: