alexametrics

Layanan Buruk PDAM Gresik, Ribuan Pelaku UMKM Menjerit

27 November 2021, 04:53:40 WIB

JawaPos.com- Gangguan distribusi air Perumda (dulu PDAM) Giri Tirta Gresik dalam beberapa hari terakhir, benar-benar berdampak serius. Tidak hanya menjadi membuat kegeraman ribuan pelanggan. Layanan buruk salah satu BUMD Pemkab Gresik itu juga membuat banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menangah (UMKM) terpukul.

Berdasarkan data resmi dari website Pemkab Gresik, total ada sebanyak 7.331 UMKM di Kabupaten Gresik. Mulai usaha jamu, camilan, beragam minuman cair, laundry dan banyak lagi. Celakanya, sebagian besar usaha itu berada di lokasi yang kerap terdampak gangguan PDAM Giri Tirta. Di antaranya di wilayah Kecamatan Cerme, Manyar, hingga Kebomas.

Sudah sejak beberapa hari lalu, pasokan air dari Perumda Giri Tirta mandek. Tak ayal, keadaan itu membuat para pelaku UMKM itu terpaksa mengeluarkan biaya tambahan agar tetap dapat beroperasi. Yakni, untuk membeli air tangkian. Bahkan, tidak sedikit yang memberi air galon atau isi ulang.

‘’Kalau air mati satu hari saja, biaya untuk beli air bisa sampai Rp 200 ribu untuk usaha. Problemnya, air PDAM Gresik mati ini tidak hanya sekali dua kali,’’ kata Suparto, salah seorang pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Manyar.

Memang, tumpahan kegeraman atas layanan buruk air bersih tersebut sudah berulang kali. Selain protes melalui beragam kanal media sosial, beberapa kali warga atau kelompok massa unjuk rasa ke kantor Perumda Giri Tirta di Jalan Permata Bunder Asri, Kebomas. Manajeman BUMD bersangkutan pun sudah kerap dipanggil DPRD Gresik. Toh, sejauh ini belum ada perubahan.

Dalam lama media sosialnya, pentolan Ultras—sebutan supporter Gresik United—Ludiono juga kembali menumpahkan kekesalannya. ‘’PDAM disambati koyok opo, yo pancet wae, epok-epok gak krungu (PDAM dikeluhkan seperti apa pun, tetap saja, berpura-pura tidak mendengar, Red),’’ tulisanya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : son

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads