alexametrics

Ditipu Pasutri sampai Rp 15 M, Bos Ekspedisi Merasa seperti Kena Sihir

27 November 2019, 00:20:09 WIB

JawaPos.com – Anna Susianti Tjanda tidak bisa menutupi kegeramannya di Pengadilan Negeri Surabaya kemarin (25/11). Untuk kali pertama, bos jasa ekspedisi itu dipertemukan dengan Erik Bin Kurniawan dan Jessie Adhistia. Mereka adalah pasangan suami istri (pasutri) yang menipunya. Nilai kerugian dari penipuan itu disebut mencapai Rp 15 miliar.

Anna sengaja didatangkan untuk memberikan kesaksian. Dia tidak menjadi saksi dalam perkara tipu gelap tersebut sendiri. Warga Jalan Raya Mulyosari itu ditemani dua saksi lain. Yakni, Nanik Handayani dan Teguh Perdana. Jaksa penuntut umum (JPU) menilai mereka berkaitan.

Dalam kesaksiannya, korban mengaku mengenal kedua terdakwa pada pertengahan 2017. Jessie diundang salah satu anaknya untuk datang ke rumah. ’’Me-make up anak saya untuk ulang tahun temannya,’’ kata Anna kepada majelis hakim yang menyidangkan perkaranya di Ruang Garuda 2.

Jessie kemudian meneleponnya beberapa pekan kemudian. Dia menangis. Alasannya, dia dipukuli suaminya. Anna kontan heran. Baru sekali bertemu, dia sudah jadi tempat curhat. “Kenapa gak bilang ke mamamu? Dia bilang, mamanya ada di luar negeri,” ucap Anna.

Anna merasa iba. Jessie diundang ke rumah. “Mungkin bisa curhat lebih banyak biar tenang. Eh, dia malah bawa koper besar,” tuturnya. Anna tidak mengira terdakwa akan menginap. “Hampir seminggu tinggal di rumah saya,” jelasnya. Jessie baru mau pulang setelah dijemput suaminya. Anna sengaja menghubungi suaminya agar mereka berdamai.

Erik dan Jessie suatu saat curhat. Mereka mau pinjam uang karena dikejar-kejar utang dalam menjalankan bisnis. Anna pun kasihan. “Beberapa kali saya pinjami. Rp 100 juta sampai Rp 200 juta setiap pinjam,” paparnya.

Anna menuturkan, pinjaman itu mencapai Rp 2,5 miliar. Namun, uangnya tidak kunjung kembali. Dia mulai curiga. Anna menagih kedua terdakwa. Meski begitu, ibu tiga anak tersebut kembali luluh saat beralasan belum ada uang. Tidak marah, Anna malah kembali beberapa kali meminjamkan uangnya. “Saya seperti kena sihir. Gampang sekali kasih uang ke mereka,” ujar Anna.

Anna menyebut total uang yang sudah dipinjamkan mencapai Rp 15 miliar. Hingga kini belum ada yang kembali. ’’Waktu transfer ke rekening terdakwa saya selalu menyuruh Nanik. Saya gaptek (gagap teknologi) Pak Hakim,’’ ungkapnya. Nanik merupakan pegawai bagian accounting di perusahaannya. ’’Bukti-buktinya ada semua. Dua terdakwa ini telah menipu saya,’’ ungkapnya dengan nada geram sembari menunjuk Erik dan Jessie yang duduk berdampingan.

Ketua Majelis Hakim Dedi Fardiman sempat mengklarifikasi pengakuan itu kepada kedua terdakwa yang duduk berdampingan. Erik mengatakan, tidak semua penjelasan tersebut benar. Dia menyebut sudah membayar sebagian pinjamannya. ’’Rp 6 miliar,’’ katanya.

Anna yang mendengar pengakuan itu mengernyitkan dahi. Dia dengan tegas menyebut keterangan itu tidak benar. ’’Mana buktinya?’’ katanya. Dedi lantas menengahi perbedaan pendapat tersebut. Dia menyatakan, sidang akan dilanjutkan dengan keterangan saksi lain.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : edi/c15/ano



Close Ads