alexametrics

Khofifah Langsung Lirik Teknologi 5G dari Tianjin

27 September 2019, 15:48:12 WIB

JawaPos.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melanjutkan kerja sama Jawa Timur dengan Kota Tianjin, Tiongkok. Banyak hal yang menjadi kerja sama. Misalnya, kerja sama bidang teknologi dan pendidikan vokasi.

Kemarin delegasi dari Kota Tianjin,Tiongkok, menggelar audiensi dengan Khofifah. Delegasi yang terdiri atas Committee of Chinese People’s Political Consultative Conference (CPPCC) Tianjin serta sejumlah ahli teknologi dan pendidikan itu menyampaikan perkembangan teknologi dan pendidikan di Tianjin.

Khofifah mengungkapkan, kerja sama Provinsi Jawa Timur dengan Kota Tianjin sudah berlangsung cukup lama. Yakni, sejak 2012. Saat ini, lanjut dia, Tianjin sudah memasuki teknologi 5G. ”Nah, kita masuk 4G. Tentu perkembangan ini akan menjadi penting dalam percepatan pelayanan,” tuturnya kemarin (26/9).

Harapannya, perkembangan teknologi bisa menjadikan pelayanan makin efektif dan efisien. Salah satunya pelayanan di pelabuhan. Tianjin, kata Khofifah, sudah menerapkan teknologi 5G dalam proses smart sea port terkait koneksitas pelabuhan. ”Proses ini yang kami ingin dapatkan kerja sama di Jawa Timur,” katanya.

Selain itu, mantan menteri sosial tersebut ingin teknologi 5G bisa diterapkan dalam pelayanan di rumah sakit. Terutama rumah sakit di bawah koordinasi Pemprov Jatim. Melalui format 5G, jelas dia, rekam medis pasien bisa semakin terkonfirmasi. Demikian pula layanan-layanan jaminan kesehatan seperti BPJS.

”Ini akan mengurangi atau menghilangkan moral hazard (jebakan moral) dalam BPJS. Bahkan, di sana (Tianjin) tidak lagi berupa kartu, tapi berupa rekam mata dan rekam jari. Sehingga presisi juga sangat tinggi,” ucapnya.

Saat ini, dukungan Pemerintah Kota Tianjin di Jawa Timur bisa dilihat di pendidikan vokasi. Kerja sama berlangsung di SMK di Ponorogo dan Surabaya. Di Surabaya, dukungan yang berlangsung berupa program untuk teknologi sepeda listrik.

Melalui dukungan tersebut, Khofifah berharap SMK bisa semakin menjalin kerja sama dengan perusahaan. Dengan begitu, sepeda listrik juga bisa diproduksi secara masif. ”Pola yang berlaku adalah teaching factory. Ini diharapkan bisa memberikan penguatan pada SMK. Sehingga bisa matching dengan perusahaan,” pungkasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : puj/c17/end



Close Ads