Total Empat Jemaah dari Ermbarkasi Surabaya Meninggal di Tanah Suci

27 Juni 2022, 18:21:53 WIB

JawaPos.com – Tak bosan, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya mengingatkan calon jemaah haji untuk memperhatikan kondisi kesehatan. Juga imunitas tubuh. Sebab, kondisi cuaca pada musim haji jauh berbeda dengan cuaca di tanah air.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, ada dua jemaah haji dari Embarkasi Surabaya yang meninggal dunia di Tanah Suci. Jemaah tersebut atas nama Fadlilah Muhaki dari kloter 22 asal Kabupaten Probolinggo yang meninggal dunia di RSAS Makkah.

”Kedua, atas nama Samiran, kloter 10 asal Kabupaten Nganjuk, wafat di pemondokan Makkah. Keduanya meninggal Jumat, 24 Juni 2022,’’ kata Sekretaris PPIH Embarkasi Sukolilo Surabaya Abdul Haris kemarin (26/6).

Dua jemaah tersebut menambah panjang daftar nama jemaah asal Embarkasi Surabaya yang meninggal dunia di Tanah Suci. Total ada empat jemaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci. Sebelumnya, dua jemaah dari kloter 4 dan kloter 9 Embarkasi Surabaya meninggal dunia pada 13 Juni.

Haris mengungkapkan, berdasar informasi dari ketua kloter 10, almarhum Samiran Mujion berada dalam prima beberapa hari terakhir. Bahkan, Samiran sempat bercanda dan bercengkerama dengan jemaah lain. ”Setelah salat berjamaah, sempat istirahat. Karena tidak bangun-bangun, lalu dilaporkan ke dokter dan dokter mengatakan meninggal dunia,’’ ungkap Haris.

Dia mengimbau agar jemaah yang sudah berada di Tanah Suci maupun yang hendak berangkat tetap memperhatikan kesehatan masing-masing. ”Jangan tunggu haus kalau mau minum. Makan yang teratur karena ibadah juga butuh tenaga,’’ terangnya.

Haris juga meminta jemaah haji untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas. Termasuk saat melakukan aktivitas di Masjid Nabawi dan Masjidilharam. Hingga kini Embarkasi Surabaya memberangkatkan 13.887 jemaah ke Tanah Suci dengan total 31 kloter. Mereka tak hanya berasal dari Jawa Timur, tapi juga Nusa Tenggara Timur dan Bali.

Hingga kemarin masih ditemukan jemaah yang harus menunda keberangkatan karena sakit. Menurut Haris, ada tiga jemaah yang tengah menjalani perawatan di RS Haji Surabaya. ”Sampai saat ini dan beberapa hari ke depan sudah full seat. Jadi, untuk yang tunda, kami jadwalkan di pengujung kloter atau di kloter 38,’’ terangnya.

Karena itu, agar kesehatan jemaah tetap terjaga dan tidak tunda karena faktor kesehatan, Haris mengimbau untuk tetap menjaga kesehatan maupun prokes. Karena selain tunda sakit, ada juga CJH yang terpapar Covid-19 saat hendak berangkat ke Embarkasi Surabaya. Total ada 13 orang yang terpapar Covid -19 meski sebagian sudah berstatus negatif dan melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.

”Karena jika sampai nanti ada yang masih positif Covid-19 hingga di akhir keberangkatan, akan sulit untuk bisa berangkat haji tahun ini,’’ tegasnya.

Editor : M. Sholahuddin

Saksikan video menarik berikut ini: