alexametrics

Muncul Petisi Tindak Pelaku Kekerasan Hewan di Kebun Binatang Surabaya

Versi KBS, Orang Utan Sehat Fisik dan Psikis
27 Juni 2019, 20:34:26 WIB

JawaPos.com – Beredarnya video dugaan kekerasan orang utan oleh keeper Kebun Binatang Surabaya (KBS) berbuntut panjang. Organisasi dan lembaga perlindungan hewan mendesak manajemen KBS menindak tegas keeper yang melakukan kekerasan tersebut.

Bahkan, muncul petisi di laman www.change.org. Judulnya Tindak Tegas Oknum Penyiksa Orang Utan di Kebun Binatang Surabaya. Petisi tersebut dibuat Miar Wardani pada pukul 04.19 dan telah ditandatangani 1.809 orang. Miar menulis empat pokok di petisinya. Pertama, pelaku penyiksa orang utan ditindak secara tegas. Kedua, meminta manajemen KBS membenahi dan mendidik SDM-nya. Ketiga, pemilihan pekerja harus mengedepankan orang yang berkompeten dan mencintai satwa. Keempat, mengedukasi pekerja agar memperlakukan satwa dengan baik.

Video dugaan kekerasan tersebut juga direspons organisasi perlindungan hewan, Yayasan Sarana Metta Indonesia. ’’Harus diusut tuntas kasus ini,’’ kata pendiri Yayasan Sarana Metta Indonesia Chistian Joshuoa Pale. Dia menilai adanya video dugaan kekerasan itu menunjukkan bukti bahwa KBS tidak bertindak sesuai fungsi sebagai wadah konservasi dan perlindungan satwa.

Saat ini, kata Christian, tim sedang melakukan kajian mengenai kekerasan itu. Tim akan berkunjung langsung ke KBS untuk memastikan SOP di kebun yang berdiri sejak 1916 tersebut. ”Apakah pemukulan seperti itu termasuk SOP?” ucapnya.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya Vinsensius Awey menilai kasus dugaan kekerasan orang utan di KBS tersebut tidak bisa dianggap sepele. Jelas ada SOP dan masalah ethic dan welfare yang telah dilanggar dalam kasus itu. Perlu ada pengusutan tuntas oleh KBS. Sanksi berat harus diberikan kepada keeper agar ke depan kejadian seperti kemarin tidak terulang kembali. ”Kalau terbukti sengaja, yang bersangkutan (keeper, Red) harus diberhentikan,” tuturnya.

Awey berharap manajemen KBS segera berbenah. Salah satu yang bisa dilakukan, memasang CCTV di kandang dan beberapa sudut KBS. Tujuannya, memantau kondisi hewan dan pengunjung.

Humas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS Wini Hustiani mengatakan, manajemen sudah melakukan penanganan dan klarifikasi mengenai kasus video yang viral tersebut. Hasilnya, tidak terjadi penganiayaan terhadap orang utan. KBS juga telah memeriksa dokter hewan independen terkait kondisi orang utan. Hasilnya, tidak ditemukan bekas kekerasan pada satwa itu. Baik secara fisik maupun psikis. ”Perilaku satwa juga tampak normal dan berinteraksi baik dengan keeper-nya,” ujarnya.

Selepas peristiwa tersebut, Wini memastikan KBS meningkatkan kompetensi SDM. Saat disinggung soal pemasangan CCTV, dia mengatakan bahwa usul itu akan disampaikan kepada pemimpin.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : elo/c20/ai


Close Ads