alexametrics

Ide dari Putri Lingkungan Hidup Surabaya, Warga Budi Daya Jahe Merah

27 Mei 2022, 22:51:37 WIB

JawaPos.com- Warga Jalan Tanah Merah III, Kenjeran, Surabaya, memanfaatkan lahan sebidang untuk kegiatan padat karya. Misalnya, budi daya jahe merah. Dari pengolahan jahe merah, berbagai produk berhasil diciptakan. Di antaranya, minuman kesehatan, aneka kue kering, dan puding.

Berbagai inovasi itu berasal dari ide Putri Lingkungan Hidup (LH) 2021 Queen Anneysa Kabeer Lukito. Semua berawal dari keprihatinan melihat banyaknya warga di lingkungan sekitarnya yang terserang penyakit pada awal pandemi Covid-19. Tak cuma prihatin, dia juga berupaya mencari solusi dengan memanfaatkan tanaman herbal di sekitarnya.

Queen pun berinisiatif untuk memanfaatkan jahe merah. Secara turun-temurun, tanaman rimpang itu memang terbukti kaya manfaat dalam mendukung kesehatan. Upaya tersebut mendapatkan respons positif dari warga setempat. Ibu-ibu PKK di lingkungannya turut membantu dalam proses penanaman.

”Beberapa kali sudah panen dan hasilnya diolah menjadi berbagai produk kuliner dan dijual ke pasaran. Saat ini budi daya dilakukan secara lebih luas. Setiap pekarangan rumah diwajibkan menanam jahe merah,’’ kata Queen di Jalan Tanah Merah III.

Camat Kenjeran Nono Indriyatno mengatakan, dari jumlah penduduk sebanyak 160 ribu jiwa, 32 ribu di antaranya masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah yang segera harus diselesaikan. Berbagai program pelatihan serta pemberdayaan masyarakat diberikan.

Salah satunya, memanfaatkan lahan aset atau lahan sebidang untuk aktivitas padat karya. Bentuk kegiatannya urban farming. Di Kecamatan Kenjeran terdapat empat lahan aset pemkot yang bisa digunakan untuk kegiatan padat karya.

Misalnya, di Kelurahan Tambak Wedi. Terdapat lahan seluas 4.000 ribu meter persegi di Jalan Kedung Cowek. Lahan tersebut dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas budi daya. Mulai sayuran, buah-buahan, ikan, hingga maggot. Semua aktivitas dilakukan oleh warga setempat.

Pemberian bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terus dilakukan pemkot. Namun, sejumlah pemuda karang taruna (kartar) RT 4, RW 4, Kelurahan Tegalsari, tak hanya mengandalkan bansos tersebut. Mereka mempunyai usaha yang dikelola secara swadaya hingga berhasil memberdayakan warga sekitar.

Kartar Bikin Sentra Usaha, Bantu Ekonomi MBR

Sementara itu, Ketua Kartar RT 4, RW 4, Kelurahan Tegalsari, Michael Rudolf mengungkapkan, usaha yang dimulai pada 2019 itu diharapkan bisa mempekerjakan MBR dan meningkatkan perekonomian. Kini sudah ada lima MBR yang dipekerjakan.

Usahanya menjual ikan lele segar dan olahan berbentuk frozen food kepada pedagang di beberapa pasar wilayah Kecamatan Tegalsari. ’’Sehari bisa 15 kilogram. Kebutuhan di sini cukup tinggi,’’ jelasnya.

Lurah Tegalsari Setia Kustanto mengungkapkan, pemberian bantuan dari pihak kelurahan berlangsung sejak Februari. Berupa empat ribu benih lele. Pakan lele dari awal hingga panen menggunakan dana pribadi.

Dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) juga memberikan bantuan serupa, yaitu kolam plastik, benih, dan pakan lele. ’’Seingat saya diberi DKPP pada Agustus tahun lalu,’’ terangnya.

Bantuan itu diberikan agar pemuda kartar bisa memakai keuntungan hasil penjualan untuk memperbesar usahanya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : ian/dho/c6/c7ady/ai

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads