alexametrics

Gubernur Khofifah, Kapolda Jatim, dan Pangdam Pantau Harga Migor

27 Mei 2022, 15:19:44 WIB

JawaPos.com – Forkopimda Jatim mendatangi Pasar Soponyono, Rungkut, Kamis (26/5). Mereka ingin mengetahui harga dan ketersediaan minyak goreng curah di pasar tradisional secara langsung. Dari pemeriksaan itu diketahui, harga jualnya belakangan mulai berangsur normal.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto blusukan ke lapak pedagang. Gubernur mengatakan cukup lega setelah melakukan peninjauan. Sebab, sejumlah toko sudah menjual minyak goreng curah sesuai harga eceran tertinggi (HET). Yakni, Rp 15.500 per kilogram. ’’Jadi, posisinya sudah menurun. Dari sebelumnya sempat menyentuh Rp 20 ribu,” katanya.

Namun, dia mengakui, belum semua pedagang menjual harga sesuai HET. Pasalnya, angka kebutuhan dan suplai saat ini belum berimbang. ’’Forkopimda Jatim akan terus berupaya agar kebutuhan minyak goreng segera tercukupi,” ungkapnya.

Khofifah memaparkan, saat ini kebutuhan minyak goreng curah mencapai 35 ton dalam sebulan. Namun, angka suplainya baru 19,2 ton. Jadi, masih ada kekurangan suplai pasar sekitar 44,3 persen.

Mantan menteri sosial itu menuturkan, pemerintah akan mendorong produsen minyak goreng curah untuk meningkatkan suplai ke pasar. Dengan begitu, harga jual bisa lekas merata sesuai HET. ’’Hari ini (kemarin, Red) masih ada yang menjual di atas HET karena ketersediaan belum berimbang. Ada yang Rp 16 ribu sampai Rp 16,5 ribu,” paparnya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menambahkan, pihaknya siap mengawal pendistribusian minyak goreng agar tepat sasaran. Jangan sampai prosesnya disalahgunakan oknum yang ingin mencari keuntungan. ’’Masalah kebutuhan pokok ini penting bagi kondusivitas masyarakat,” ujarnya.

Nico mengatakan sudah memberikan instruksi ke jajaran polres untuk meninjau ketersediaan minyak goreng secara berkala. Dengan begitu, adanya permasalahan bisa dideteksi sejak dini. ’’Polda Jatim akan senantiasa mendukung program pemerintah agar ketersediaan minyak goreng stabil,” katanya.

Lebih lanjut, jenderal bintang dua itu menuturkan, pihaknya tidak akan segan menindak penyimpangan yang ditemukan saat proses distribusi. Sebab, dampaknya bisa merugikan masyarakat. ’’Kepolisian tidak akan diam dan pasti mengambil tindakan,” tandasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : edi/c7/git

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads