alexametrics

Waktu Mepet, Banyak Warga Surabaya Belum Paham Teknis Pelaksanaan PSBB

27 April 2020, 17:51:13 WIB

JawaPos.com – Pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk Surabaya sudah berada di depan mata. Besok (28/4) kebijakan yang membatasi pergerakan barang dan orang itu diterapkan di Kota Pahlawan. Namun, belum banyak yang tahu terkait dengan kebijakan tersebut.

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono mengakui, banyak yang bertanya tentang teknis pelaksanaan kebijakan yang sudah diatur di dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) 16/2020 tersebut.

Dia memaklumi jika banyak warga yang belum paham. Sebab, aturan itu baru berumur tiga hari.

Pejabat yang akrab disapa Awi tersebut menyatakan, peraturan yang baru diundangkan pada 24 April itu memang harus terus disosialisasikan. Pemerintah tidak boleh berhenti memberikan pemahaman kepada masyarakat. ’’Apa saja kewajiban masyarakat dan bagaimana kebijakan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan hidup dasar. Banyak yang belum memahami itu semua,’’ ujarnya kemarin (26/4).

Sosialisasi, kata Awi, setidaknya mencakup hal-hal dasar yang secara praktis orang awam bisa mencerna. Penyampaiannya harus benar-benar diperhatikan. Cara dan metode yang dilakukan juga harus kreatif.

Politikus PDIP tersebut menegaskan, kebijakan PSBB yang dituangkan dalam Perwali 16/2020 bukanlah produk hukum biasa. Sebab, perwali itu dibuat sangat cepat. Penerapannya pun hanya menunggu hitungan hari sejak diundangkan.

Karena itu, sosialisasi menjadi kunci penting dan harus dilakukan secara masif agar pelaksanaan PSBB berdasar perwali tersebut berhasil. Seluruh jaringan pemerintahan, mulai tingkat kecamatan hingga RT/RW, harus dilibatkan. ’’Sosialisasi ini dilakukan sebelum dan selama PSBB diberlakukan,’’ katanya.

Prinsipnya, kata Awi, sosialisasi merupakan pemenuhan hak informasi atas kebijakan yang diambil pemerintah dalam menangani Covid-19. Namun, dia menilai bahwa keberhasilan upaya penanganan itu tidak cukup dilakukan tenaga medis, aparat keamanan, dan pemerintah. ’’Partisipasi publik sangat penting dalam situasi seperti ini. Tanpa ketaatan masyarakat, mustahil PSBB berhasil menghentikan pandemi Covid-19,’’ jelas ketua DPC PDIP Surabaya tersebut.

Di sisi lain, Koordinator Protokol Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya M. Fikser mengakui bahwa waktu sosialisasi aturan itu memang sangat singkat. Namun, dia menilai masyarakat sudah sangat memahami protokol kesehatan. Sebab, penerapan PSBB sejatinya tidak jauh berbeda dengan apa yang sudah dilakukan pemkot selama ini.

Meski begitu, Fikser memastikan sosialisasi akan terus digencarkan selama PSBB diberlakukan. Sambil jalan, penindakan tentu bakal dilakukan bagi yang melanggar. ’’Kami beri teguran hingga peringatan tertulis kalau memang ditemukan pelanggaran selama masa PSBB. Nanti tentu ada keterlibatan aparat di situ,’’ ungkapnya.

Di pihak lain, Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko memastikan anggotanya sudah siap membantu pelaksanaan PSBB di tiga daerah. Yakni, Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. ’’Setiap perbatasan Surabaya sudah dijaga personel TNI-Polri,’’ tegasnya ketika ditemui setelah konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Sabtu (25/4).

Perwira dengan tiga melati di pundak itu tidak bisa menyebut secara pasti jumlah personel yang diterjunkan untuk membantu pelaksanaan PSBB. Yang jelas, pihaknya selalu siap dengan jumlah berapa pun yang dibutuhkan. ’’Persiapan lebih detail dan teknisnya ke kepala daerah,’’ katanya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : adi/c14/ady

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads