alexametrics

Berani Mudik ke Surabaya dari Zona Merah, Pasti Diminta Putar Balik

Angkut Bahan Pokok lewat Tol
27 April 2020, 18:31:14 WIB

JawaPos.com − Satlantas Polrestabes Surabaya mulai melarang masyarakat keluar-masuk Surabaya. Larangan itu menyusul diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai besok (28/4).

”Kalau sebelumnya imbauan, sekarang sudah larangan. Mengenai PSBB, sudah diatur perwali dan permenhub. Polri sebagai komponen pendukung. Kini kami tinggal menjadi pelaksananya,” ujar Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Chandra kemarin (26/4).

Polrestabes Surabaya dengan didukung TNI dan sejumlah pihak terkait sudah mendirikan 13 pos di perbatasan Surabaya. Pos itulah yang akan digunakan petugas untuk memantau arus lalu lintas di wilayah perbatasan. Petugas juga menyosialisasikan upaya mengantisipasi kesehatan saat pandemi Covid-19 kepada masyarakat. ”Kami sudah mendirikan 13 check point sebagai upaya preventif,” ucapnya.

Pos-pos itu didirikan sebagai bagian dari Operasi Ketupat menjelang Lebaran yang mulai dilaksanakan sejak 24 April. Operasi itu berlangsung selama 37 hari. Upaya penting yang dilakukan adalah mengantisipasi masyarakat agar tidak mudik menjelang Lebaran.

Menurut dia, larangan mudik berlaku untuk semua masyarakat tanpa terkecuali. Apa pun alasannya, masyarakat dilarang mudik. ”Kami akan minta putar balik. Apalagi dari wilayah zona merah sudah ada larangan keluar-masuk,” katanya.

Sementara itu, penyekatan sebagai upaya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) juga bakal dilakukan di sejumlah ruas tol di Surabaya. Saat ini jasa marga sedang melakukan pembahasan menjelang PSBB yang berlaku di Surabaya Raya.

Operations Department Head Jasa Marga Surabaya-Gempol Ahmad Basuni mengatakan, pengguna kendaraan pribadi memang jauh berkurang. Kalaupun ada yang melintas, kebanyakan adalah truk yang memuat bahan-bahan kebutuhan pokok dan logistik lainnya. ”Kalau kendaraan pribadi, hampir jarang ya. Kebanyakan pengangkut logistik saja ini,” katanya kemarin.

Basuni menerangkan bahwa mayoritas kendaraan pengangkut logistik tersebut berasal dari dan menuju Tanjung Perak. ”Saat PSBB nanti, yang boleh kan angkutan barang yang bawa bahan pokok saja,” katanya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/zam/c6/git

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads