alexametrics

Pastikan RTH Surabaya Bebas dari Asap Rokok

Dukung KTR, 63 Puskesmas Siapkan Layanan UBM
27 Februari 2022, 09:48:20 WIB

JawaPos.com – Penerapan Perwali 110/2021 tentang Kawasan tanpa Rokok (KTR) mengatur tentang fasilitas umum yang bebas dari asap rokok. Bukan melarang orang merokok, peraturan tersebut diupayakan untuk memberikan jaminan kesehatan saat beraktivitas di berbagai tempat. Beberapa lokasi pun telah menerapkan konsep KTR sebelum aturan itu diberlakukan.

Banyak tempat umum yang diatur sebagai KTR dalam aturan tersebut. Nah, tempat umum dan lainnya yang dimaksud merupakan tempat terbuka tertentu yang dimanfaatkan bersama-sama untuk kegiatan masyarakat. Salah satu kawasan itu adalah Kebun Bibit Wonorejo.

’’Iya, kebun bibit ini masuk sebagai kawasan tanpa rokok,’’ kata Koordinator Kebun Bibit Wonorejo Mochamad Machmud kemarin (26/2). Meski termasuk ruang terbuka, lanjut dia, kebun bibit masih termasuk dalam kawasan tanpa rokok. ’’Termasuk taman juga,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, larangan merokok di kawasan kebun bibit muncul setelah ditetapkannya Perda dan Perwali Nomor 110 Tahun 2021 sebagai peraturan turunan dari peraturan daerah.

Dalam perwali itu, tempat lain yang dimaksud, antara lain, adalah taman dan ruang terbuka hijau. Dia menyebut, warga dipastikan sudah memahami hal itu. Sebab, di beberapa tempat terdapat kawasan larangan untuk merokok.

’’Ada tandanya. Lagi pula, petugas sudah berkeliling mengingatkan itu,’’ paparnya. Hanya, beberapa waktu terakhir taman dan ruang terbuka hijau, termasuk kebun bibit, belum membuka aktivitas lantaran pandemi Covid-19. ’’Iya, sementara belum terima pengunjung. Lebih lanjutnya, kami menunggu arahan dari pimpinan,’’ tegasnya.

Sementara itu, status KTR sudah lama diterapkan di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Meski, saat itu belum ada rencana penerapan KTR. Aturan tersebut sengaja dibuat lantaran KBS termasuk RTH. ’’Sudah lama di sini (KBS) tidak boleh merokok’’ kata Direktur Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) Khoirul Anwar.

Menurut Khoirul, ada sanksi yang diberikan kepada siapa pun yang merokok di area KBS. Yakni, petugas akan mengeluarkan dari area KBS. Selain mengganggu pengunjung, hal itu bisa berdampak pada lingkungan sekitar.

Hanya, kata dia, saat ini belum ada tempat khusus merokok di area KBS. Khoirul mengatakan, kalaupun di aturan KTR nanti ada kewajiban untuk menyediakan tempat merokok, tentu tidak dibuat di dalam KBS. ’’Kalaupun kami buat, ya di luar area pengunjung, di dalam tetap steril asap rokok,’’ terangnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Tundjung Iswandaru sudah menyiapkan aturan khusus terkait larangan merokok di halte bus. Meski berada di tempat terbuka, dishub akan memasukkan halte sebagai kawasan tanpa rokok. ’’Tentu termasuk bus karena angkutan umum,” katanya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/omy/gal/c17/ady

Saksikan video menarik berikut ini: