alexametrics

Dua Tahun Mati, Kini Orderan Barongsai Mulai Hidup Lagi

27 Januari 2022, 17:09:33 WIB

JawaPos.com- Perayaan tahun baru Imlek identik dengan pertunjukan barongsai. Tapi, sejak pandemi, atraksi tarian tradisional Tiongkok itu jarang dijumpai. Bahkan, perajin pernak-pernik barongsai juga sepi orderan. Dua tahun menunggu, di Imlek tahun ini harapan mulai muncul. Mereka mulai mendapat pesanan lagi.

’’Sudah ada yang order lagi satu (barongsai). Sebelumnya, selama pandemi pesanan sepi,’’ ujar Julius Setiawan, perajin barongsai, saat ditemui di Pondok Jati kemarin (26/1).

Saat itu Julius bersama tim tengah menyelesaikan pesanan barongsai. Dengan cekatan dia menjelaskan proses pembuatan barongsai. Mulai membentuk pola dasar kepala dengan rotan dan bambu. Menempel kertas kemudian melukis. Sampai peletakan pernak-pernik mata, hidung, dan bulu.

Sebelum pandemi, menjelang Imlek, orderan barongsai cukup tinggi. Setidaknya ada lima pesanan barongsai tiap kali menjelang pergantian tahun versi kalender warga Tionghoa tersebut. Butuh waktu dua hingga tiga bulan untuk menyelesaikan semua pesanan tersebut. ’’Pembuatan satu barongsai butuh waktu dua hingga tiga minggu,’’ lanjut Julius yang juga menjabat ketua Barongsai Dharma Bhakti.

Satu barongsai dibanderol Rp 2,5 juta untuk yang menggunakan bulu sintetis dan Rp 5 juta untuk yang berbahan bulu domba. Bulu yang membedakan harga itu diletakkan pada mata, telinga, hingga mulut barongsai. Bulu domba lebih mahal karena bisa lebih ’’hidup’’ saat barongsai beratraksi. Bulu domba tersebut didatangkan dari Australia.

’’Kami menerima bulu domba itu masih utuh berbentuk domba, ada bagian kaki juga. Bulunya sudah diwarna seperti ini,’’ lanjut Julius seraya menunjukkan bulu domba yang masih menempel pada kulitnya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : may/c17/any

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads