alexametrics

PPKM Jilid II di 17 Daerah Jawa Timur, Ini Daftarnya

978 Ribu Pelanggaran Selama Tahap Pertama
27 Januari 2021, 11:49:03 WIB

JawaPos.com – Pemprov akhirnya resmi menetapkan masa perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah Jatim. Penetapan itu berdasar Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 188/34/KPTS/013/2021.

Sejumlah perubahan terjadi pada pelaksanaan program jilid kedua yang berlaku sejak kemarin tersebut. Salah satu yang berubah adalah daerah yang menjalani PPKM. Jika pada program jilid I lalu diikuti 16 daerah, pada program kali ini tercatat ada 17 daerah yang ikut.

Dari 17 daerah tersebut, empat di antaranya adalah daerah baru (yang sebelumnya tidak menjalani PPKM). Yakni, Ponorogo, Tuban, Trenggalek, dan Pamekasan. Sementara itu, ada tiga daerah yang tidak lagi menerapkan PPKM di periode kedua tersebut. Yakni, Lamongan, Ngawi, dan Nganjuk.

Jadi, daerah-daerah yang menjalani PPKM tahap II di Jawa Timur adalah Surabaya Raya, Malang Raya, Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten dan Kota Madiun, Kediri, Magetan, Ponorogo, Tuban, Trenggalek, Tulungagung, dan Pamekasan.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pembatasan yang diterapkan pada PPKM jilid kedua tetap sama. Antara lain, pembatasan aktivitas pada malam hari, di tempat kerja, serta kewajiban menerapkan protokol kesehatan. ”Intensitas yustisi juga bakal ditingkatkan,” katanya.

Sementara itu, dari hasil evaluasi pelaksanaan PPKM tahap pertama, tercatat ada lebih dari 978 ribu laporan penindakan pelanggaran. Pelanggaran paling tinggi adalah penggunaan masker.

Sementara itu, lokasi yang paling sering ditemukan pelanggaran adalah pasar, jalan umum, kantor, dan restoran. Lalu, tingkat penggunaan masker paling rendah adalah ketika orang berada di rumah dan di tempat olahraga.

Sementara itu, Juru bicara Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril mengatakan, daerah yang menerapkan PPKM II tidak semuanya masuk kategori zona merah.

Ada daerah yang statusnya masuk zona risiko sedang alias oranye, tapi masuk PPKM II. ”Antara lain, Surabaya Raya, Malang Raya, Pamekasan, Tuban, Tulungagung, Kediri, dan Magetan,” katanya.

Baca Juga: Tes Psikologi SIM Polda Jatim Bisa Online

Dia menjelaskan, daerah yang berstatus oranye itu memenuhi empat kriteria. Antara lain, penambahan angka kasus masih tinggi serta jumlah pasien sembuh yang masih rendah. ”Karena itu, semua daerah tetap harus jaga diri, sekalipun bukan area PPKM,’’ jelasnya.

Apalagi, status zona sangat fluktuatif. Kota Batu yang semula masuk zona kuning, kini berubah menjadi zona oranye. ”Hal yang sama bisa terjadi pada daerah lainnya,’’ ucapnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : riq/c13/ris

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads