alexametrics

Lima Ketua Partai di Surabaya Deklarasikan Dukungan ke Machfud Arifin

Total Dukungan 18 Kursi di Dewan
27 Januari 2020, 15:21:37 WIB

JawaPos.com – Machfud Arifin menjadi orang pertama yang mengantongi tiket sebagai calon wali kota. Kemarin (26/1) lima ketua partai telah memberikan rekomendasi sekaligus mendeklarasikan dukungan kepada mantan Kapolda Jawa Timur itu. Total perolehan dukungan di parlemen mencapai 18 kursi.

Lima partai itu adalah PKB, Gerindra, Demokrat, PAN, dan PPP. Bukan hanya ketua partai di tingkat kota. Semua ketua di tingkat provinsi juga hadir dalam deklarasi tersebut. Yakni, Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar, Plt Ketua DPD Demokrat Jatim Renville Antonio, Ketua DPD Gerindra Jatim Soepriyatno, Ketua DPW PAN Jatim Masfuk, dan Ketua DPW PPP Jatim Musyaffa’ Noer.

Ketua DPC PKB Surabaya Musyafak Ro’uf memimpin pernyataan politik dari lima partai pengusung yang hadir. ”Kami selaku ketua partai pengusung beserta seluruh kader dan pengurus menyatakan mengusung Machfud Arifin sebagai calon wali kota periode 2020–2024 ,” ucapnya, diikuti ketua partai lain.

Dia memastikan koalisi partai pengusung akan mengawal dan mengamankan setiap tahapan pemilihan wali kota (pilwali) tahun ini. Seluruh kader dan pengurus akan bekerja keras untuk memenangkan Machfud. ”Ini tanggung jawab kita bersama untuk menang,” ucapnya.

Abdul Halim Iskandar diberi mandat untuk menyampaikan pidato politik mewakili partai koalisi. Dia menilai Machfud merupakan sosok yang visioner. Karena itu, dia tidak ingin mengusung pensiunan jenderal bintang dua tersebut hanya satu periode. Harus dua periode, dari 2020–2030. ”Karena membangun kota tidak cukup lima tahun, 10 tahun pun kurang sebetulnya,” katanya.

Halim yang saat ini menjabat menteri desa, pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi itu menilai Machfud merupakan sosok pekerja. Tagline Surabaya Maju sudah sangat tepat karena sejalan dengan tagline pemerintah pusat, yakni Indonesia Maju.

Di sisi lain, Machfud berharap partai koalisi yang mengusungnya bisa satu suara sampai ke level akar rumput. Sebab, mesin politik harus satu suara untuk bisa bersama-sama meraih kemenangan. ”Dulu Cak Pri (Ketua DPD Gerindra Jatim Soepriyatno, Red) berebut suara waktu saya jadi ketua TKD (tim kampanye daerah, Red) memenangkan Pak Jokowi. Sekarang harus satu suara,” kelakarnya.

Sebagai warga asli Surabaya, Machfud menginginkan Kota Pahlawan bisa menjadi lebih baik. Karena itu, harus ada konsep yang ditawarkan untuk membangun kota ini. ”Dan harus punya kemauan. Ada konsep, ada duit, tapi tidak mau ya sama saja. Saya tidak masalah turun kelas, dari mantan Kapolda jadi wali kota. Ini demi Surabaya,” paparnya.

Di satu sisi, Machfud Arifin juga menyiapkan tim pemenangan internal. Mantan Wakil Bupati Magetan Miratul Mukminin alias Gus Amik ditunjuk sebagai ketua tim. ”Karena beliau salah satu yang mendorong saya maju, jadi harus bertanggung jawab atas kemenangan saya nanti,” kata Machfud, lantas tersenyum.

Dia menilai Gus Amik memiliki jaringan politik yang cukup luas. Baik di tingkat daerah maupun pusat. Karena itu, komunikasi politik dengan lima partai pengusung bisa berjalan dengan baik. ”Nantinya koordinasi partai pengusung ke beliau semua,” kata Machfud.

Machfud mengaku sengaja tidak menunjuk ketua tim pemenangan dari salah satu ketua partai pengusung. Sebab, itu berpotensi menimbulkan kecemburuan. Meski demikian, posisi Gus Amik sebagai ketua tim juga ditawarkan ke semua ketua partai. ”Semua ketua partai sudah setuju,” jelasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : adi/c10/eko



Close Ads