alexametrics

Buntut Nikah Masal, Ketua Komisi A Kecewa ke Dispendukcapil Surabaya

26 Desember 2021, 14:05:57 WIB

JawaPos.com–Nikah masal yang menghadirkan 105 pasangan pada (23/12) berbuntut masalah. Ketua Komisi A Pertiwi Ayu Krishna mengaku kecewa kepada Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dispendukcapil). Politikus Golkar itu mengatakan, ide nikah masal tersebut berasal dari komisi A. Sayangnya, dispendukcapil seolah tidak mengapresiasi ide itu.

Ayu menyampaikan, seharusnya, minimal ada lambang DPRD Kota Surabaya di backdrop. Tapi, nyatanya, tidak ada logo tersebut. Legislator tiga periode itu menyatakan, program nikah masal bertujuan untuk mendongkrak Layanan Online dan Terpadu One Gate System antara Dispendukcapil Surabaya, Pengadilan Agama, dan Kementerian Agama Surabaya (Lontong Kupang) serta Layanan Online dan Terpadu One Gate System Bersama Dispendukcapil Surabaya dan Pengadilan Negeri Surabaya (Lontong Balap).

”Saya masih ingat betul, Pak Sonhaji (Kepala Dispendukcapil) ke ruang kerja. Meminta solusi atau ide, bagaimana supaya program Lontong Kupang atau Balap bisa masif,” terang Ayu kepada JawaPos.

Menurut dia, sikap dispendukcapil berpotensi membuat hubungan antara dewan dengan pemkot renggang. Padahal saat ini, hubungan eksekutif dengan legislatif tengah harmonis. Ayu berharap, dispendukcapil lebih memperhatikan kembali. ”Saat sambutan, wali kota saja mengucapkan teri makasih kepada dewan,” tambah Ayu.

Untuk mendukung program nikah masal, Ayu tidak hanya ikut terjun mencari peserta ke konstituen-konstituenya. Dia juga merogoh kocek hingga Rp 9 juta untuk membantu pelaksanaan nikah masal. Uang tersebut digunakan untuk pembayaran nikah masal 27 pasangan dari dirinya.

Terpisah, Agus Iman Sonhaji selaku kepala dispendukcapil menyampaikan, pihaknya tidak ada niatan untuk tak mengapresiasi ide dari dewan. Justru, menurut dia, ide dari dewan sangat membantu pelaksanaan nikah masal tersebut.

”Bu Ayu juga ikut mendatangkan peserta itu menggunakan bus. Saya sangat senang sekali bisa dibantu,” ujar Sonhaji saat ditemui JawaPos di Siola Dispendukcapil.

Selain dewan, Sonhaji juga mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada banyak pihak. Mulai dari kader hingga kelurahan di setiap wilayah. Tidak terkecuali, para perias yang bersedia membantu tanpa dibayar. Dia berharap, ke depan, program seperti nikah masal berjalan lancar kembali.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Dimas Nur Apriyanto/JPK

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads