alexametrics

Komisi X DPR Puji PTM 968 Sekolah di Surabaya

26 November 2021, 20:41:42 WIB

JawaPos.com–Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bidang Pendidikan, Olahraga, dan Sejarah melaksanakan kunjungan ke Surabaya, Jumat (26/11). Dalam kunjungan itu, mereka mengapresiasi pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Surabaya.

Komisi X DPR ingin mengetahui, perkembangan dan persiapan proses penyelenggaraan PTM secara penuh di Kota Surabaya. Kedatangan mereka disambut Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dan jajaran Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya.

”Mereka juga ingin mengetahui bagaimana tata kelola penyelenggaraan pendidikan pada masa pandemi Covid-19 dan perkembangan pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga pendidik,” ujar Armuji.

Dia mengatakan, Pemkot Surabaya berjuang menekan laju Covid-19 dan berupaya menyeimbangkan ketentuan pelaksanaan PTM, berdasar SKB 4 menteri dan instruksi menteri dalam negeri (Inmendagri).

”Terkait PTM, Pemkot Surabaya sangat berhati-hati. Pada pelaksanaan PTM, kami telah berkoordinasi dengan pakar epidemiologi dan pakar kesehatan masyarakat. Hasilnya, Pemkot Surabaya  menerapkan 25 persen kapasitas untuk PTM,” papar Armuji.

Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya, melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang sangat serius mempersiapkan tahap-tahap pelaksanaan PTM. ”Kota Surabaya sangat luar biasa, karena kasus Covid-19 turun dengan sangat drastis. Dinas pendidikan juga sangat siap dengan melibatkan masyarakat dalam proses pelaksanaan PTM,” ungkap Agustina.

Agustina mengatakan, Kota Surabaya layak menjadi kota percontohan dalam kesiapan tahap dan pelaksanaan PTM. Pemkot Surabaya serius persiapkan diri menuju penerapan pelaksanaan PTM 100 persen.

”Surabaya memiliki cara yang konkret dalam menghindari klaster sekolah dengan menggelar tes swab berkala. Hal ini membuat Surabaya sangat baik menjadi percontohan untuk pelaksanaan persiapan PTM bagi seluruh kabupaten/kota di Indonesia,” tutur Agustina Wilujeng Pramestuti.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo memaparkan, pelaksanaan PTM di Kota Surabaya telah berlangsung untuk tingkat SD dan SMP. Pihaknya telah meminta izin dari masing-masing wali murid untuk mengikuti PTM.

”PTM  ini bisa berlangsung apabila ada persetujuan dari wali murid. Kami juga melibatkan masyarakat. Namun ada juga sekolah yang belum menggelar PTM karena belum mendapat persetujuan dari orang tua,” terang Supomo.

Hingga saat ini, Supomo menyatakan, sebanyak 651 SD negeri dan swasta, serta 317 SMP negeri dan swasta telah menggelar PTM terbatas. Pihaknya terus memonitor PTM secara berkala.

”Kami juga melakukan tes swab kepada siswa dan guru secara rutin, hasilnya hingga saat ini tidak ditemukan klaster sekolah di Kota Surabaya,” ungkap Supomo.

Dia menambahkan, pihaknya bersama pakar epidemiologi dan pakar kesehatan masyarakat, telah menyepakati penerapan PTM secara 100 persen di Kota Pahlawan dengan mempertimbangkan beberapa hal.

”Pertimbangannya, kami menunggu usai Desember, yang diperkirakan ada eskalasi dari Covid-19,” terang Supomo.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika




Close Ads