alexametrics

Polda Jatim Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Surabaya dan Sidoarjo

26 Oktober 2021, 14:09:59 WIB

JawaPos.com – Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur mengungkap kasus pinjaman online (pinjol) ilegal yang meresahkan warga. Ada dua lokasi yang ditemukan petugas. Yakni di Surabaya, dan Kabupaten Sidoarjo.

“Untuk pengungkapan pinjol di Surabaya, dilakukan pada 15 Oktober 2021, dari pengungkapan ini, penyidik berhasil mengamankan ASA, 30,” kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta kepada wartawan, Selasa (26/10).

Nico mengatakan, ASA bertugas sebagai pengirim pesan penagihan ke nasabah. Dia dibantu oleh tersanhka berinisial RH alias A sebagai pengirim data.

Pelaku, kata Nico, biasa mengirim pesan ke nasabah dengan kalimat yang tidak pantas dan ancaman. “Para tersangka digaji oleh perusahaan sebesar Rp 4,2 juta. Selain itu, para tersangka mendapat fasilitas dari perusahaan berupa kuota internet serta mendapat insentif atau bonus dari pekerjaan jika penagihan tersebut berhasil,” kata Nico.

“Jika penagihan mencapai 65 persen dari total penagihan dalam kurun waktu 1 minggu. Maka tersangka akan mendapat Rp 162.000, jika 70 persen, dari total penagihan dalam kurun waktu 1 minggu, maka tersangka akan mendapatkan Rp 200.000. Jika 75 persen, mendapat Rp 250.000,” sambungnya.

Kasus ini terungkap setelah seorang korban berinisial BSB meminjam ke pinjol dengan nama aplikasi RUPIAH MERDEKA DAN DANA NOW. Pada bulan Februari 2021 pinjaman BSB sudah lunas.

“Namun, pada bulan Juli 2021, pelapor menerima tagihan dari beberapa pinjol lain di antaranya, KSP PLANET BAHAGIA, KSP BOS DUIT, DANA HEBAT dan LUCKY UANG,” imbuhnya.

Pada Juli 2021, pelapor akhirnya membuat pengaduan ke Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. Satu bulan kemudian penyidik melakukan serangkaian proses penyelidikan, yang akhirnya bisa mengungkap pinjol di Surabaya.

Dari tersangka ASA petugas menyita barang bukti berupa 2 unit hanphone, 2 unit laptop, dan satu unit charger. Sedangkan dari tersangka RH alias A, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone dan laptop.

Sementara itu, untuk pengungkapan kasus di Kabupaten Sidoarjo pada 7 Oktober 2021 penyidik meringkus tersangka APP, 27. Dia bekerja di PT Duyung Sakti Indonesia yang dipimpin oleh SR dan HRD atas nama QNK.

Perusahaan ini sendiri tidak terdaftar di OJK. Nama pinjaman online (pinjol) dari perusahaan ini antara lain, UNTUNG CEPAT, RUPIAH CEPAT, PUNDI UANG, PINJAM CAIR, MONEY KU, MAU TUNAI, KREDIT DASH, GIFT TUNAI, GET UANG, DOMPET SHARE, DANA CHARGE, BULL DANA, SAKU MED, SAKU KILAT, RUPIAH AID, FAST RUPIAH, CASH HUT, SIAP TUNAI, MONEY PRO, RUPIAH EXPRESS, GIFT TUNAI, LAJU TUNAI, SUKA GESIT, UR MONEY, UANG SAKU, PINJAM DULU, PINJAM CASH, MONEY PRO, MONEY PLUS, KREDIT KILAT, KREDIT DANA, DOMPET APPLE, DANA MAYA, DANA MAJU, MONEY GOODSHOW DANA dan MONEY CHARGE.

“Dari 36 Pinjaman Online yang di miliki oleh PT. DUYUNG SAKTI INDONESIA. Hanya ada satu yang legal sesuai yang terdaftar di OJK, atas nama aplikasi Rupiah Cepat,” pungkas Nico.

Dari pengungkapan ini, Polda Jatim berhasil mengamankan barang bukti antara lain, hasil cetak screenshot chat Whatsapp antara korban dan tersangka. 21 unit handphone, 14 laptop, charger laptop, 70 buah bungkus Kartu Perdana dari berbagai provider.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 27 ayat (4) Jo Pasal 45 ayat (4) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000 Pasal 29 Jo Pasal 45B UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads