alexametrics

Warga Kampung Nelayan Mengadu ke Machfud Arifin Soal Pengerukan Laut

26 September 2020, 15:26:43 WIB

Jawapos.com – Menjelang kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya pada Desember mendatang, warga kampung nelayan Sukolilo Barat memberikan dukungannya untuk pasangan calon (paslon) Machfud Arifin dan Mujiaman. Dukungan yang diberikan tidak sembarangan.

Mereka melihat selama ini peran Pemerintah tidak begitu besar dalam menjamin kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya itu, mereka juga merasa Pemerintah tidak mampu mengadvokasi maupun melindungi hak.

Munir, Ketua Kampung Nelayan Sukolilo Barat mengatakan bahwa selama ini perekonomian nelayan selalu terhimpit. “Terlebih lagi di masa pandemi. Kondisi laut juga membuat kondisi kami makin memprihatinkan,” curhatnya, Sabtu (26/9).

Ia juga bercerita tentang pengerukan yang dilakukan oleh salah satu perusahaan di laut tempat nelayan mencari ikan. Akibat pengerukan itu, nelayan harus melaut lebih jauh untuk mendapat ikan. “Proses pendangkalan laut membuat kami makin susah melaut. Harapannya, Pak Machfud bisa mengawal masalah ini hingga diselesaikan Pemerintah,” ujarnya penuh harap.

Harapan yang sama disampaikan oleh Machfud Arifin. Ia mengatakan bahwa sudah saatnya nelayan digandeng oleh Pemerintah. “Tadi samya sempat ikut memindahkan jemuran warga. Saya merasa sudah seharusnya Pemerintah hadir untuk menata kehidupan nelayan. Jadi tidak hanya mengatur perekonomian, tapi juga melihat kebutuhan,” tuturnya.

Ia mengkritisi barang-barang yang diberikan padahal warga tidak membutuhkan hal tersebut. Menurutnya, sudah saatnya memberi sesuatu yang dibutuhkan. “Jangan cuma meminta warga mengusulkan ke Musrenbang. Padahal setelah disampaikan, usulannya cuma ditampung. Potensinya banyak dan bisa dikembangkan,” kritiknya.

Secara terang-terangan Machfud yang juga mantan Kapolda Jawa Timur ini mengatakan pembangunan jembatan harusnya membuat pemerintah makin merangkul warganya. “Tapi malah nggak tahu kebutuhan masyarakat. warga nggak dirangkul. Kebutuhan warga harus tahu. Jangan cuma dikasih yang mereka nggak butuh. Itu sistem yang harus diubah,” pungkasnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : rafika




Close Ads