alexametrics

Beli Hewan Kurban, Pastikan Pedagang Pegang Surat Sehat

26 Juni 2022, 18:08:14 WIB

JawaPos.com – Pembukaan lapak penjualan hewan kurban di Surabaya semakin marak mendekati Idul Adha. Warga yang hendak membeli hewan ternak untuk ibadah kurban harus lebih jeli saat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) terus meluas. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya meminta warga mengecek kelengkapan administrasi hewan ternak sebelum membelinya.

Hewan kurban yang masuk ke Surabaya sudah melalui banyak proses verifikasi. Baik di daerah maupun di tempat tujuan. DKPP menyebut warga bisa menjadikan surat veteriner (SV) atau surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) sebagai jaminan bahwa hewan tersebut layak untuk disembelih.

Kabid Peternakan DKPP Surabaya Sunarno Aristono menyatakan, SV itu diterbitkan lebih dulu oleh daerah asal. Sebelum masuk ke Surabaya, kesehatan dan kondisi hewan diperiksa secara detail. Kemudian, penjual atau pemilik hewan mengurus dokumen rekomendasi pemasukan ternak.

’’Layanan itu kita buka sejak 15 Juni. Hingga sekarang (kemarin, Red) sudah ada 190 pemilik atau penjual hewan kurban yang mengurus permohonan ke DKPP,’’ kata Sunarno.

Dia menjelaskan bahwa rekomendasi tersebut diperlukan untuk memastikan ulang kesehatan hewan kurban. Juga, kelayakan lokasi penjualan atau penampungan hewan agar pemantauan bisa lebih gampang.

’’Jadi, mereka harus melampirkan foto lokasinya. Kemudian, siapa pemilik dan luas penampungannya seberapa juga diinformasikan. Dengan begitu, langkah preventif bisa dilakukan. Misalnya, pengecekan kesehatan hewan ternak,’’ terangnya.

Hal itu pun bisa menjadi acuan bagi warga yang hendak membeli hewan ternak. Warga bisa melihat dokumen SKKH dan rekomendasi pemasukan hewan yang diterbitkan DKPP. Kalau sudah ada, dokumen tersebut bisa memberikan jaminan tentang kondisi hewan.

’’Tidak apa-apa bila warga meminta ke penjual untuk melihat dokumen rekomendasi pemasukan hewan ataupun SKKH-nya. Justru itu lebih bagus,’’ ungkapnya.

Dia meyakinkan bahwa semua hewan ternak dan tempat penjualan hewan kurban di Surabaya aman. Sebagai jaminan, DKPP sudah menyebar petugas dan dokter hewan di 31 kecamatan. Setiap lokasi bakal diawasi dengan ketat.

’’Ada rentang waktu dua minggu (menuju Idul Adha, Red). Nah, dalam masa itu potensi penularan atau terjangkit tetap ada. Makanya, setiap hari tim yang ada di kecamatan melakukan pemeriksaan di lokasi penjualan hewan,’’ ujar Sunarno.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gal/sam/c7/ady

Saksikan video menarik berikut ini: