alexametrics

Banjir Rob di Gresik, Menyasar Lima Kecamatan, Satu Bocah Digigit Ular

26 Mei 2022, 06:00:38 WIB

JawaPos.com- Wilayah pesisir Gresik yang terdampak banjir rob, ternyata lumayan luas. Bahkan, banjir rob ini terbilang terbesar sejak beberapa tahun terakhir. Banjir karena laut pasang itu menggenangi pemukiman atau rumah warga, jalan desa, fasilitas pendidikan dan kesehatan, tempat ibadah, dan tambak-tambak warga.  Ada juga korban luka.

Data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari lapangan, banjir rob terjadi mulai 18 Mei sampai dengan 22 Mei 2022. Puncak pasang terjadi pada Kamis (19/5).

‘’Beberapa wilayah kecamatan terdampak antara lain Kecamatan Ujungpangkah, Manyar, Gresik Kota, Bungah, dan wilayah Bawean,’’ kata Kepala BPBD Pemkab Gresik Tarso Sagito, Rabu (25/5).

Di Kecamatan Ujungpangkah, misalnya. Ada dua desa terdampak banjir rob. Yakni, Pangkah Kulon dan Pangkah Wetan. Di Pangkah Wetan, terdata 150 rumah warga yang tergenang dengan ketinggian 30-40 sentimeter, 7 fasilitas umum (musala, masjid, TK, TPI, balai nelayan, dan TBI) tergenang setinggi 20-40 sentimeter, 1.260 hektare tambak.

‘’Dari laporan  juga terdapat seorang anak yang luka pada saat banjir rob itu,’’ ungkapnya. Satu korban anak itu bernama Aina Talita Azzahra, warga Kalingapuri, Pangkah Kulon.

Diceritakan, saat terjadi banjir rob pada Kamis (19/5), bocah 6 tahun itu bermain air bersama teman-temannya di depan rumah. Tiba-tiba korban menangis. Setelah dilihat, ternyata kaki korban digigit ular.

Beruntung, korban segera dibawa ke RS Sekapuk. ‘’Alhamdulillah setelah dirawat selama 3 hari, Senin (23/5), korban diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan,’’ ungkapnya.

Tarso menjelaskan, kondisi terkini banjir rob sudah surut. Namun, pihaknya terus berkoordinasi dengan Muspika setempat, pemerintah desa/kelurahan terdampak banjir rob, pendataan dan monitoring dampak banjir serta monitoring pasang surut laut.

‘’Sesuai prediksi BMKG, potensi cuaca buruk ini sampai akhir Mei ini. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati=hati,’’ kata mantan Kabag Hukum Pemkab Gresik itu.

—-

Berikut Wilayah Terdampak Banjir Rob

A. Kecamatan Ujungpangkah

Desa Pangkah Kulon:

  • 50 rumah di RT 01, 02, dan 03, RW 09, tergenang 30-40 cm
  • 7 fasilitas umum (musala, masjid, TK, TPI, balai nelayan, dan TBI ) tergenang 20-40 cm
  • 1.260 ha tambak tergenang
  • Korban luka: 1 Orang

Desa Pangkah Wetan:

  • 15 rumah tergenang 10 -20 cm
  •  Jalan lingkungan tergenang 20-30 cm, sepanjang 300 meter
  • 1500 ha tambak tergenang.
  • 4 fasilitas umum (nusala, TPI, TK dan balai nelayan) tergenang 20-30 cm

B. Kecamatan Bungah

Desa Tajung Widoro:

  • 45 rumah tergenang 10-20 cm
  • 3 fasilitas umum (masjid, sekolah, dan TPI) tergenang 10-20 cm
  • Jalan lingkungan tergenang 20-30 cm sepanjang 300 meter
  • 517 ha tambak tergenang

Desa Kramat:

  • 400 ha Tambak tergenang

Desa Watuagung:

  • 464 ha tambak tergenang

C. Kecamatan Manyar

Desa Banyuwangi:

  • 107 rumah warga di RT 06 s/d RT 13 tergenang 20 – 30 cm
  • Jalan desa tergenang 30 – 50 cm sepanjang 2.000 meter
  • 2 tempat ibadah tergenang 10 – 20 cm
  • 2 sekolah tergenang 20 – 30 cm
  • 1 Poskesdes tergenang 20 – 30 cm

D; Kecamatan Gresik

Kelurahan Lumpur:

  • Jalan lingkungan tergenang 20 – 40 cm
  • Sebanyak 12 RT terdampak banjir rob

Kelurahan Kroman:

  • Jalan lingkungan tergenang 20 – 40 cm
  • Sebanyak 2 RT terdampak banjir

Kelurahan Pekelingan:

  • Jalan lingkungan tergenang 20-25 cm
  • Sebanyak 4 RT terdampak banjir

Kel. Kemuteran:

  • Jalan lingkungan tergenang 20-25 cm
  • Sekitar 2 RT terdampak banjir

E. Wilayah Bawean (dalam pendataan)

Editor : M. Sholahuddin

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads