alexametrics

Gagal Masuk Surabaya, Ribuan Kendaraan Putar Balik dari Bundaran Waru

26 Mei 2020, 17:48:22 WIB

JawaPos.com – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya Raya kembali diperpanjang mulai hari ini. PSBB tahap ketiga baru berakhir pada 8 Juni. Perpanjangan itu salah satunya disebabkan angka pelanggaran yang tidak kunjung turun. Bahkan, pada hari kedua Lebaran kemarin (25/5), ribuan kendaraan terpaksa dihalau petugas di checkpoint bundaran Waru. Pelanggaran didominasi kendaraan bermotor. Mereka pun harus putar balik ke daerah asalnya.

Volume kendaraan kemarin meningkat sekitar pukul 06.00‒12.00. Banyaknya pengendara yang melintas membuat angka pelanggaran naik. ’’Volume kendaraan sempat naik pada pagi hari,’’ kata Mahmudi, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jatim yang bertugas di checkpoint bundaran Waru, kemarin.

Menurut Mahmudi, ada 405 mobil yang diputarbalikkan hingga kemarin sore. Untuk sepeda motor, terdapat 1.400 unit yang juga harus kembali.

Sebagian besar melakukan beberapa macam pelanggaran. Mulai tidak menggunakan masker, berboncengan, hingga tidak menerapkan physical distancing (jaga jarak) di dalam kendaraan. Sebagian besar pengendara yang melintas adalah mereka yang mudik lokal. Sebab, kemarin merupakan masih dalam momen Lebaran.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Candra mengatakan, para pelanggar bermaksud melakukan silaturahmi jarak pendek. Apalagi, kemarin adalah libur terakhir cuti bersama. Hingga kini, lanjut dia, pemeriksaan di semua checkpoint perbatasan dilakukan seperti sebelumnya. Yakni, pemeriksaan secara ketat bagi pengendara yang melintas di perbatasan menuju Surabaya. ’’Semua pemeriksaan ketat seperti sebelumnya,’’ jelasnya kemarin.

Sanksi PSBB pada tahap ketiga ini juga tidak berubah. Semua pengendara yang melanggar akan diputarbalikkan petugas. Termasuk kendaraan pelat nomor L dan W. Artinya, penindakan dilakukan bagi siapa saja yang melanggar aturan PSBB.

Teddy juga menegaskan, tidak ada penilangan terkait pelanggaran PSBB. Kalaupun ada, itu karena melanggar lalu lintas. Misalnya, motor pakai knalpot brong, tidak ada spion, dan pengendara tidak mengenakan helm. ’’Kalau masalah itu bisa langsung ditilang petugas di lokasi checkpoint,’’ tegasnya.

Pihaknya berharap, dalam PSBB jilid III, masyarakat bisa lebih kooperatif dan mematuhi aturan yang berlaku. Dengan begitu, persebaran virus Covid-19 di Surabaya atau Jatim bisa segera diturunkan.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : omy/c15/ady

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads