alexametrics

UTBK Diundur, Pendaftaran PTS di Surabaya Terpaksa Ikut Mundur

26 Maret 2020, 18:48:36 WIB

JawaPos.com – Bukan hanya perguruan tinggi negeri (PTN), perguruan tinggi swasta (PTS) juga terdampak oleh penundaan pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer (UTBK). Sebab, PTS mendapat mahasiswa setelah seluruh tahap pendaftaran PTN tuntas. Meski begitu, PTS mulai berancang-ancang mempersiapkan diri menghadapi kondisi tersebut.

Kepala Lembaga Informasi dan Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya Radius Setiawan menyatakan, penundaan pelaksanaan UTBK tentu berdampak bagi UM Surabaya. Sebab, secara teknis, ada program dalam penerimaan mahasiswa baru (maba) yang menggunakan nilai tes UTBK sebagai pengganti nilai ujian online. ’’Jadi, nilai tes UTBK dengan standar tertentu bisa masuk tanpa tes online,’’ ungkapnya.

Radius menjelaskan, saat ini pihaknya sudah menyiapkan beberapa langkah strategis untuk menyikapi situasi wabah Covid-19 jika pelaksanaan UTBK oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) ditunda. ’’Kami akan memperbanyak program beasiswa dan sejenisnya. Namun, kebijakan mengundur pendaftaran maba bakal kami pertimbangkan,’’ ujar dia.

Radius menyebutkan, ada beberapa jenis program beasiswa tersebut. Mulai beasiswa bidikmisi, atlet, influencer, warga sekitar, undangan, hingga prestasi. Jumlah kuotanya pun bervariasi. ’’Kuota semua jenis beasiswa itu akan dinaikkan 30 persen,’’ terangnya.

Saat ini UM Surabaya masuk pada gelombang II penerimaan maba. Semua pendaftaran bisa memakai nilai UTBK, kecuali fakultas kedokteran (FK). ’’Jadi, saya kira, di hampir seluruh kampus swasta, sebagian pendaftarnya adalah mereka yang tidak diterima di PTN sehingga tentu berpengaruh kepada kami,’’ paparnya.

Jadi, jika pandemi Covid-19 belum berakhir dan jadwal pelaksanaan jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) diundur, UM Surabaya juga harus melakukan penyesuaian. ’’Program tambahan beasiswa merupakan bagian dari langkah kami dalam menghadapi kondisi seperti ini,’’ ujarnya.

Radius menegaskan, yang jelas UM Surabaya bakal tetap menggunakan nilai UTBK. Kini tinggal menunggu kebijakan dari pimpinan kampus terkait dengan pengunduran jadwal penerimaan mahasiswa baru.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Surabaya Yudi Sutarso mengungkapkan, STIE Perbanas sedikit terpengaruh dengan pengunduran waktu pelaksanaan UTBK. Sebab, calon mahasiswa baru yang menginginkan lebih dulu masuk PTN akan memilih mundur. Namun, jika mereka tidak ingin masuk kampus negeri, tentu tidak ada masalah.

’’Kami telah mengantisipasinya. Salah satunya dengan pendaftaran berbasis bulan sehingga lebih fleksibel jika ada perubahan jadwal penerimaan mahasiswa baru di PTN. Selain itu, kami punya pasar yang spesifik,’’ katanya.

Sementara itu, Ketua LTMPT Prof Mohammad Nasih menuturkan, hingga saat ini, LTMPT dan Majelis Rektor PTN Indonesia (MRPTNI) mencari formula untuk pelaksanaan UTBK. Diharapkan, pelaksanaan SBM PTN tetap berjalan lancar.

’’Kami masih mencari alternatifnya. Semua masih digodok dan belum diputuskan,’’ ujarnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ayu/c14/git



Close Ads