alexametrics

Suroboyo Bus Hanya Diisi 20 Penumpang, Jalan-Jalan Mulai Lengang

26 Maret 2020, 16:48:00 WIB

JawaPos.com – Seminggu terakhir, kondisi lalu lintas (lalin) di berbagai jalanan di Surabaya lengang. Itulah salah satu dampak persebaran Covid-19. Jangan heran bila kemudian jumlah penumpang Suroboyo Bus juga mengalami penurunan secara tajam. Karena itu, mulai kemarin (25/3) jadwal operasional Suroboyo Bus dikurangi.

Jika sebelumnya berakhir pada pukul 22.00, sekarang pengoperasian Suroboyo Bus harus berhenti satu jam lebih awal.

Jam operasional dibatasi sejak kemarin setelah puluhan orang di Surabaya positif terinfeksi virus korona dan imbas turunnya jumlah penumpang. ’’Warga juga meminta pengurangan jam operasional,’’ kata Kepala UPTD Pengelolaan Transportasi Umum Dishub Surabaya Franki Yuanus kemarin siang.

Menurut Franki, jumlah penumpang di semua jurusan turun 30–40 persen. Yang paling parah adalah jurusan MERR. Penurunan jumlah penumpang di sana mencapai 40 persen. Wajar, warga memang mengurangi aktivitas keluar rumah. Selain itu, semua instansi, termasuk sekolah, libur. Aktivitas dilakukan di rumah akibat kebijakan work from home (WFH).

Franki menjelaskan, jumlah penumpang juga dibatasi. Bila biasanya satu armada diisi 55 orang, sekarang hanya ada 20 penumpang. Itu pun mereka harus duduk terpisah. Yakni, satu deret cukup diisi satu orang. Physical distancing diterapkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada penumpang. Diharapkan, persebaran Covid-19 di dalam bus dapat dicegah.

Dia menambahkan, saat ini penumpang hanya bisa masuk melalui pintu depan. Pintu tengah ditutup agar semua orang masuk lewat satu pintu saja. Sebab, petugas memeriksa suhu tubuh setiap penumpang yang masuk. Para penumpang, lanjut dia, juga diwajibkan mencuci tangan dengan hand sanitizer ketika memasuki bus. ’’Jadi, kami pastikan, kondisi semua penumpang sehat dan steril,’’ tegasnya.

Jalanan lengang juga membuat kendaraan umum sulit mencari penumpang. Di kawasan Surabaya Barat, misalnya, jalanan begitu sepi. Underpass Satelit, salah satunya. Saat pagi dan sore, di kawasan tersebut sering kali terjadi kemacetan. Lanny Tjowasi, salah seorang pengendara, mengungkapkan bahwa arus lalu lintas di underpass biasanya macet hingga 10 menit. Baik dari arah HR Muhammad maupun Mayjen Sungkono. Menurut pantauan tim Jawa Pos, dalam waktu 30 menit, kemarin ada 523 kendaraan roda empat yang melalui kawasan tersebut dengan lancar dan mulus.

Kanitlalin Polsek Dukuh Pakis Ipda Maryadi mengakui, di kawasan Surabaya Barat, memang terjadi penurunan jumlah kendaraan yang cukup lumayan. Jumlah kendaraan di jalanan turun hingga 30–40 persen pada hari kerja. Karena itu, pihaknya melakukan penyesuaian traffic.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : omy/dya/c14/git



Close Ads