alexametrics

Siswa SMA di Surabaya Belum US Bisa Ikut Ujian Online

Kebijakan Dispendik Jatim untuk SMAN
26 Maret 2020, 17:17:49 WIB

JawaPos.com − Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim memutuskan memberikan ujian online kepada siswa yang belum mengikuti ujian satuan pendidikan berbasis komputer dan smartphone (USP BKS).

Keputusan tersebut mempertimbangkan Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Kadispendik Jatim Wahid Wahyudi mengatakan bahwa opsi ujian online diberlakukan karena SMA sudah menyelenggarakan ujian sekolah sebelum SE 4/ 2020 keluar. Hasil USP BKS itu nanti dijadikan pertimbangan kelulusan siswa.

Mekanisme pelaksanaan ujian online tersebut akan diatur sekolah. Yang jelas, Dispendik Jatim memberikan waktu penyelenggaran ujian online bagi siswa SMA mulai kemarin hingga akhir April.

Pada Selasa (24/3) Dispendik Jatim membuat surat edaran untuk merespons SE Mendikbud No 4 Tahun 2020.

Dalam surat itu, dispendik membuat tujuh poin yang membahas beberapa perubahan kebijakan dampak Covid-19. Satu di antara tujuh poin yang dibahas mengenai ujian sekolah.

Kepala SMAN 6 Surabaya Mamik Pujowati mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti kebijakan yang diambil untuk siswa yang belum mengikuti USP BKS. Di sekolahnya, kata dia, ada tiga siswa yang belum mengikuti USP BKS yang dilaksanakan pada 2−11 Maret lalu. ’’Kami masih menunggu kepastian,’’ ucapnya.

Meski begitu, beberapa persiapan sudah dilakukan untuk penyelenggaraan ujian sekolah bagi siswa. Salah satunya jika harus mengadakan ujian online. Yakni, siswa bisa mengerjakannya di rumah. ’’Kami sudah koordinasi dengan tim IT di Dispendik Jatim,’’ jelasnya. Termasuk memiliki beberapa tipe soal yang akan diujikan kepada siswa. Beberapa sistem tengah disiapkan untuk pelakanaan ujian daring.

Kepala SMAN 15 Johanes Mardijono mengatakan hal senada. Dia masih menunggu petunjuk teknis yang bisa dipakai sekolah untuk penyelenggaraan USP BKS. Dalam surat edaran dispendik poin 4 huruf e sebenarnya sudah dijelaskan beberapa opsi ujian sekolah. Antara lain, dalam bentuk portofolio nilai rapor, prestasi yang diperoleh, penugasan, tes daring, dan atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya. ’’Sekolah menunggu apa yang harus diambil,’’ jelasnya.

Johanes mengatakan bahwa opsinya paling tidak bisa sama dengan sekolah lain di Surabaya. Dia sendiri sebenarnya setuju jika ada ujian online. Di sekolahnya saat ini ada tiga siswa yang belum mengikuti USP BKS.

Pemerhati pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Martadi menjabarkan, dirinya lebih setuju jika ujian sekolah dilakukan dengan metode daring. Metode itu akan memudahkan guru dalam memberikan penilaian.

Namun, dia juga menyarankan sekolah agar mengetahui kondisi siswa yang belum mengikuti ujian. Terutama jika siswa tersebut tidak memiliki fasilitas yang menunjang pelaksanaan ujian seperti laptop. Karena itu, dia berharap penilaian bisa diganti dengan bentuk portofolio nilai rapor. ’’Toh, dua opsi ini tidak melanggar SE Mendikbud No 4 Tahun 2020,’’ ungkapnya.

Untuk jenjang SMP, hingga kemarin sekolah-sekolah di Surabaya memang belum menyelenggarakan ujian sekolah (US). Dispendik Surabaya rencananya mengambil opsi penghitungan nilai rapor lima semester untuk pertimbangan kelulusan.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : elo/c15/git



Close Ads