alexametrics

Pemkot Surabaya Jaga Stamina Warga dengan Bagikan 3,3 Ton Telur Rebus

26 Maret 2020, 17:48:38 WIB

JawaPos.com – Dapur umum yang dibuat khusus karena persebaran virus korona di Surabaya sudah berumur sepekan. Menu yang disajikan dapur umum sejak Rabu pekan lalu itu telur rebus dan wedang pokak. Dari data yang dihimpun tim dapur umum, telur yang sudah direbus mencapai 3,3 ton.

Telur-telur itu dibagikan kepada warga se-Surabaya melalui kecamatan dan kelurahan. Ada pula telur yang dibagikan bersama wedang pokak untuk petugas Pemkot Surabaya dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat Eddy Christijanto menjelaskan, 3,3 ton telur yang telah direbus itu disediakan sendiri oleh Pemkot Surabaya.

Belum termasuk telur sumbangan dari masyarakat yang datang silih berganti. ‘’Dalam sehari kami masak 11 ribu sampai 15 ribu telur,’’ ungkap Eddy saat ditemui kemarin (25/3).

Eddy duduk sambil memindahkan telur-telur yang baru selesai diangkat dari panci. Telur yang bagus-bagus dan tidak pecah diberikan kepada masyarakat. Sementara itu, telur yang kulitnya pecah sedikit diberikan kepada petugas yang mampir ke dapur umum di Taman Surya.

Dapur umum tersebut buka terus sepekan terakhir. Kemarin yang semestinya tanggal merah alias libur pun dapur umum tetap buka. Begitu pula Minggu lalu. ‘’Dapur umum ini akan buka terus sampai kondisi kondusif,’’ jelas Eddy.

Telur dan wedang pokak itu dipergunakan untuk tambahan nutrisi serta meningkatkan daya tahan tubuh warga dan petugas di lapangan. Setiap sore, petugas dari berbagai satgas datang ke dapur umum untuk mengambil jatah sebutir telur dan segelas wedang pokak.

Selain itu, upaya-upaya pencegahan dan sosialisasi untuk menyadarkan bahaya virus korona terus dikumandangkan Pemkot Surabaya. Semua saluran informasi dimanfaatkan. Mulai media cetak, elektronik, pengeras suara dengan motor keliling kampung, hingga pengeras suara di masjid dan musala.

‘’Mobil dinas Bu Wali juga dipasangi pengeras suara,’’ ungkap Kabaghumas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara.

Selain sosialisasi, pencegahan secara langsung dilakukan dengan pemasangan Bilik Trisakti yang berfungsi menyemprotkan disinfektan. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini seharian kemarin juga berkeliling ke sejumlah tempat untuk memberikan arahan langsung kepada anak buahnya. Bilik Trisakti itu akan ditempatkan di Mal Pelayanan Publik Siola, Stasiun Gubeng Lama dan Baru, Stasiun Pasar Turi, serta Jalan Embong Malang.

Selain itu, pemkot membuat alat perlengkapan diri (APD) secara khusus yang biasa digunakan tenaga kesehatan. Mulai baju coverall yang bekerja sama dengan pengusaha UMKM, penutup wajah dengan mika yang dibuat sendiri oleh pegawai pemkot, hingga masker kain.

‘’Semua usaha untuk mencegah persebaran virus korona itu kami lakukan semampu kami, sebisa kami. Semua ini demi kesehatan warga Surabaya,’’ jelas dia.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jun/c19/git



Close Ads