Kali Lamong Meluap Lagi, Delapan Desa di Gresik Terdampak

25 November 2022, 10:54:11 WIB

JawaPos.com- Banjir Kali Lamong kembali menerjang sejumlah wilayah di Gresik selatan. Sejak Kamis (24/11) tengah malam, air bah itu mulai memasuki pemukiman warga. Selain karena hujan deras pada sore di Gresik, banjir tersebut juga diperparah karena kiriman air dari hulu Kali Lamong. Yakni, wilayah Mojokerto dan Lamongan.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, setidaknya menyasar delapan desa di dua kecamatan yang terdampak banjir Kali Lamong. Di Kecamatan Balongpanggang ada lima desa.

Kelima desa yang tergenang itu adalah Dapet, Ngampel, Sekarputih, Banjaragung, dan Desa Pucung. Adapun di Kecamatan Benjeng masing-masing Desa Lundo, Sedapurklagen, dan Deliksumber.

Banjir luapan Kali Lamong tersebut setidaknya sudah dua kali menerjang pada musim hujan kali ini. Akhir Oktober lalu, sejumlah desa juga tergenang, walaupun air cepat surut. Namun, tetap saja, genangan itu membuat nasib para petani kelimpungan. Sawah-sawah mereka terendam. ‘’Baru ditanami benih, sudah kebanjiran lagi,’’ ujar beberapa petani di wilayah Gresik selatan.

Menurut Camat Balongpanggang Muhammad Amri. dalam beberapa hari terakhir debit air di Kali Lamong terpantau meningkat signifikan. Hal itu dikarenakan intensitas hujan tinggi yang mengguyur Gresik dan wilayah hulu. Akibatnya, air di Kali Lamong meningkat drastis. “Memang debit air dalam beberapa hari terakhir ini meningkat karena hujan terus,” ujarnya.

Puncaknya pada Kamis malam, debit air di Kali Lamong sudah tidak mampu ditampung. Meski pemerintah sudah melakukan normalisasi di sejumlah wilayah, banjir Kali Lamong tetap kembali datang. Hanya saja, lanjut Amri, kini air relatif cepat menurun. Dia menyebut, pada Jumat menjelang siang, air luapan itu sudah mulai surut.

Kendati begitu, kewaspadaan akan terus dilakukan. Sebab, potensi hujan masih terjadi di wilayah Gresik dan hulu. “Jika hujan lebat lagi, ada kemungkinan dapat kiriman air lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Pemkab Gresik Darmawan mengatakan, ketinggian air dari luapan Kali Lamong yang menggenangi sejumlah desa kali ini berkisar 20-50 sentimeter. “Tapi, wilayah di hulu airnya sudah surut,” ungkap mantan sekretaris DPRD Gresik itu.

Meski demikian, sejauh ini air masih menggenangi puluhan hektare area persawahan. Tercatat, sekitar 80 hektare sawah di wilayah Balongpanggang yang sudah tergenang. “Untuk area sawah ini biasanya agak memakan waktu untuk dapat surut,” tutupnya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : Ga;lih Wicaksono


Close Ads