alexametrics

Kasus Penipuan Tanah, Bos PT BIU Punya Empat Istri dan Hidup Mewah

25 November 2021, 10:48:03 WIB

JawaPos.com – Kasus PT Barokah Inti Utama (BIU) terus diusut Polrestabes Surabaya. Eddy Sumarsono, pimpinannya yang sudah ditetapkan tersangka, diketahui sering membual kepada konsumen. Misalnya, dia mengklaim perusahaannya menggarap banyak proyek. Klaim tersebut dibuat agar konsumen tidak ragu membeli tanah kavling.

Kanitharda Polrestabes Surabaya Iptu Komar Sasmito menyatakan, modus itu terkuak setelah pihaknya memeriksa tujuh korban yang melapor. Mayoritas korban pernah mendapat pengakuan tersebut dari tersangka. PT BIU disebut sudah delapan kali menjual tanah kavling di berbagai tempat. ”Mereka akhirnya yakin untuk membeli tanah kavling yang ditawarkan,” ujarnya Rabu (24/11).

Dia pun memastikan klaim itu tidak benar. Jajarannya sudah melakukan pendalaman. PT BIU belum pernah mengerjakan proyek selain tanah kavling yang akhirnya bermasalah.

Komar menjelaskan, konsumen yang menjadi korban selama ini percaya karena pernah ditunjukkan sejumlah berkas oleh tersangka. Mulai tanda daftar perusahaan (TDP) sampai surat izin usaha perdagangan (SIUP). ”Modus penipuannya tertata rapi. Dia urus surat-surat itu ke instansi terkait sebagai modal untuk meyakinkan konsumen,” ungkapnya.

Jajarannya kini terus berupaya mengembangkan pengusutan perkara tersebut. Komar menuturkan bahwa salah satu fokusnya adalah menelusuri aliran dana dari konsumen. Dia meragukan pengakuan tersangka yang menyebut uang setoran telah habis.

Komar mengungkapkan, sejauh ini pihaknya mengendus adanya dugaan pencucian uang. Eddy ditengarai memakai uang setoran konsumen untuk berbagai keperluan pribadi. ”Istrinya empat,” katanya.

Eddy, lanjutnya, juga punya gaya hidup mewah. Dalam kurun waktu 2015–2017, dia pernah membeli lima mobil sekaligus. Namun, semua kendaraan itu saat ini sudah dijual. Dalih tersangka adalah dijual untuk mengembalikan uang sebagian konsumen.

Komar menegaskan, penahanan tersangka bukan akhir dari perkara. Dia menyebut penyidikan bakal dikembangkan ke tindak pidana lain yang memungkinkan. ”Biar ada efek jera, penindakan akan kami maksimalkan,” jelasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : edi/c14/git




Close Ads