alexametrics

Tahun Depan Upah Minimum Provinsi Jatim Rp 1,7 Juta

25 Oktober 2019, 10:46:06 WIB

JawaPos.com – Upah minimum provinsi (UMP) di Jatim akhirnya ditetapkan Pemerintah Provinsi Jatim dan Dewan Pengupahan. Ada kenaikan jika dibandingkan dengan tahun lalu. Pada 2019, UMP Jawa Timur hanya Rp 1.630.059,05. Tahun depan naik menjadi Rp 1.768.777,08.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim Himawan Estu Bagijo menyatakan, angka tersebut sesuai dengan keputusan Dewan Pengupahan. ’’Selanjutnya, proses administrasi ke gubernur,’’ ucapnya.

Setelah UMP ditetapkan, ada proses lanjutan. Yakni, penetapan upah minimum kabupaten atau kota (UMK). Penetapan UMK menunggu usulan dari daerah ke provinsi. ’’Hingga saat ini, belum ada yang mengajukan,’’ katanya.

Penetapan UMK di daerah harus melewati prosedur yang ada. Angka UMK harus dikaji lebih dulu bersama dewan pengupahan setempat. Setelah ada kesepakatan dan penetapan, UMK diserahkan ke pemprov. ’’Silakan daerah segera mengusulkan UMK masing-masing,’’ ujarnya.

Dia mengingatkan aturan sekarang bahwa gubernur bebas menentukan pilihan. Artinya, gubernur bisa menetapkan UMK. Juga sebaliknya. Sebab, aturan saat ini menegaskan bahwa gubernur tidak wajib menetapkan UMK. ’’Yang wajib hanya UMP dan sekarang sudah ditetapkan,’’ terangnya.

UMP berbeda dengan UMK. Menurut dia, UMP merupakan upah minimum yang berlaku untuk seluruh kabupaten dan kota di satu wilayah provinsi. UMP Jatim Rp 1,7 juta itu diartikan bahwa upah yang harus dibayarkan di 38 kabupaten dan kota tidak boleh kurang dari jumlah tersebut.

UMK tidak seperti itu. UMK hanya berlaku untuk satu daerah. Karena itu, angka UMK setiap daerah tidak sama meski daerah tersebut masih satu provinsi. ’’Yang penting di atas Rp 1,7 juta,’’ jelasnya. Dia menambahkan, penetapan UMK harus mempertimbangkan waktu. Yakni, sebelum 20 November 2019.

UMP Jawa Timur selalu naik dari tahun ke tahun. Pada 2017, UMP Jatim hanya Rp 1,3 juta. Tahun berikutnya, naik menjadi Rp 1,5 juta. Pada 2019, UMP Jatim Rp 1,6 juta dan sekarang menjadi Rp 1,7 juta.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : riq/c13/end



Close Ads