alexametrics

Bangun Kawasan Tunjungan, Pemkot Surabaya Harus Punya Grand Design

25 September 2021, 20:07:19 WIB

Rudy menilai banyak properti lain yang tidak dimiliki pemkot. Kegiatan komersial di Jalan Raya Tunjungan dinilai membeludak.

Rudy mencontohkan dengan dibukanya kafe-kafe tematik yang menarik minat warga Surabaya untuk datang ke Tunjungan. ”Kegiatan sendiri itu adalah yang dibuat pemilik lahan. Itu kan sebenarnya sah dilakukan. Itu sudah sesuai rencana pembangunan dan tata ruang. Kalau memberi tema tertentu, khawatir akan mengubah tata ruang. Termasuk sistem transportasi, sarana prasarana. Terlalu ambisius untuk mengembangkan kawasan seni dan budaya di Tunjungan,” beber Rudi.

Kecuali, lanjut Rudi, Pemkot Surabaya memilih spot tertentu untuk mengembangkan industri atau kegiatan tertentu. Dengan begitu, pembangunan Jalan Raya Tunjungan kemungkinan bisa dilakuakn meski membutuhkan effort besar.

”Kalau berupa performing art indoor, tempatnya barangkali di THR. Kalua outdoor, bisa di alun-alun. Jalan Raya Tunjungan itu bila disiapkan rencana pembangunan seni budaya secara temporal, saya rasa bisa. Atau kalau tiap weekend. Atau malam saja kalau memaksa tiap hari. Bukan 24 jam untuk seni budaya,” tutur Rudi.

Rudy menyoroti upaya Pemkot Surabaya untuk mengembalikan kejayaan Jalan Tunjungan seperti tembang yang dipopulerkan Mus Mulyadi. Menurut Rudy, hal itu tidak perlu dilakukan.

”Kalau memang alasannya mengembalikan Tunjungan, waktu lagu itu diciptakan Mus Mulyadi, konteksnya kan berbeda. Dulu mungkin aktivitasnya lebih banyak seni budaya daripada komersial. Kalau mau diubah lagi, harus direformasi. Kalau mau menutup jalan untuk seni, butuh effort,” terang Rudi.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Rafika Rachma Maulidini

Saksikan video menarik berikut ini: