alexametrics

Mahasiswa Papua di Surabaya Dipastikan Aman

25 Agustus 2019, 10:31:24 WIB

JawaPos.com – Demonstrasi yang berujung kerusuhan di sejumlah daerah Papua dan Papua Barat dianggap dapat memicu berbagai persoalan. Baik perpecahaan, ketidakpercayaan terhadap pemerintah, maupun konflik sosial.

Isu rasisme dan diskriminasi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya tidak diketahui kejelasannya. Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS) Peter Frans Rumaseb mengatakan, perdamaian kehidupan berbangsa kerap terusik oleh berita bohong (hoaks).

Menurut Peter, unjuk rasa yang berujung kerusuhan di wilayah Papua dan Papua Barat dilatarbelakangi isu diskriminasi mahasiswa Papua di Jawa Timur. Padahal informasi itu sumir alias tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami berharap mama papa semua di Papua, saudara-saudara kita di Papua tidak gelisah. Kami di Surabaya aman. Anak-anak kuliah di sini aman, tidak ada masalah. Tidak usah khawatir, tidak perlu khawatir yang berlebihan,” kata Peter dalam keterangannya, Minggu (25/8).

Peter menjelaskan, pasca kerusuhan yamg terjadi terdapat 43 mahasiswa Papua yang sempat diamankan di Polrestabes Surabaya. Ketika mendengar kabar tersebut, IKBPS pun memberikan pendampingan hukum.

Peter tidak menginginkan lagi adanya informasi hoaks beruntun yang berbuntut pada kericuhan seperti di wilayah Papua dan Papua Barat. “Jangan cepat terprovokasi dengan informasi yang muncul di media sosial,” jelas Peter.

Sebelumnya Kemenkominfo melakukan layanan data internet di Papua dan Papua Barat. Kebijakan itu dikabarkan masih akan terus berlanjutsampai situasi dan kondisi Tanah Papua benar-benar normal.

“Untuk saat ini masyarakat tetap bisa berkomunikasi dengan menggunakan layanan panggilan telepon dan layanan pesan singkat/SMS,” kata Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu.

Berdasar evaluasi yang dilakukan Kemenkominfo bersama aparat penegak hukum,
pemerintah menyimpulkan bahwa meskipun situasi dan kondisi di beberapa kota dan kabupaten di Papua dan Papua Barat mulai berangsur-angsur pulih, namun distribusi dan transmisi informasi hoaks, kabar bohong, provokatif dan rasis masih terbilang tinggi. “Setidaknya 33 items dan total 849 url informasi hoaks.”

dan provokatif terkait isu Papua yang telah diidentifikasi, divalidasi, dan diverifikasi oleh Kementerian Kominfo hingga Jumat (23/8) siang,” pungkasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Muhammad Ridwan

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads