alexametrics

Atur Ketat Ibadah dan Perayaan Idul Adha di Jawa Timur

25 Juni 2021, 12:48:56 WIB

JawaPos.com – Perayaan Idul Adha tahun ini bakal diatur ketat. Pemerintah lewat Kementerian Agama (Kemenag) telah merancang rambu-rambu. Regulasi itu tertuang dalam surat edaran (SE) menteri agama.

Ada sejumlah poin yang diatur dalam SE No 15 Tahun 2021 itu. Pertama, malam takbiran. Seperti Idul Fitri, menjelang Idul Adha, umat muslim biasanya menyambut dengan takbiran. Sebelum korona merebak, kegiatan tersebut dilakukan tanpa batasan.

Pelaksana Humas Kemenag Jatim Abdul Andika menjelaskan, ada sejumlah aturan saat takbiran. Pertama, takbiran yang dihelat di masjid dan musala. Jumlah warga yang mengikuti kegiatan itu dibatasi. ’’Maksimal 10 persen. Wajib mengenakan masker dan menjaga jarak,’’ paparnya.

Kedua, takbir keliling ditiadakan. Menurut Andika, langkah itu dilakukan sebagai pencegahan. Terutama agar tidak memicu kerumunan.

Selanjutnya, untuk memberikan kesempatan kepada warga ikut serta dalam takbiran, masjid dan musala bisa menggunakan teknologi. Kegiatan itu disiarkan secara virtual.

Pelaksanaan salat Idul Adha juga diatur. Disesuaikan dengan zona di masing-masing wilayah. Kawasan yang ditetapkan zona merah dan oranye dilarang menggelar ibadah. Salat Idul Adha dihelat di rumah masing-masing.

Bagi wilayah yang diperbolehkan menggelar salat Idul Adha, ada beberapa ketentuan yang wajib dipatuhi. Pertama, pelaksanaan salat harus menerapkan protokol kesehatan (prokes). Penyampaian khotbah maksimal 15 menit. Jumlah jamaah dibatasi. Paling banyak 50 persen dari kapasitas. ’’Panitia harus mengecek suhu warga,’’ terangnya.

Selain itu, jamaah yang berusia lanjut diimbau salat di rumah karena rentan terpapar Covid-19. Seluruh warga wajib mengenakan masker. Khatib harus mengenakan masker dan face shield.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : aph/c6/ady

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads