alexametrics

Musim Tidak Menentu, Waspada DBD, di Gresik Sudah Catat 107 Kasus

25 Mei 2022, 09:10:04 WIB

JawaPos.com- Meski sudah memasuki Mei, Kota Santri masih sering diguyur hujan. Cuaca yang tidak menentu itu membuat Dinas Kesehatan Pemkab Gresik kembali mewanti-wanti masyarakat untuk waspada terhadap musim pancaroba. Sebab, risiko penyakit demam berdarah dengue (DBD) semakin meningkat.

Berdasar data dinkes, mulai Januari sejak April, kasus DBD di Kota Santri cukup banyak. Pada bulan keempat saja, tercatat ada 24 kasus. Sementara itu, Mei ini terdapat 8 kasus.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Pemkab Gresik Yuhana Haina menyatakan, nyamuk Aedes aegypti mudah berkembang biak saat musim tidak menentu. Sebagaimana cuaca yang dialami Gresik saat ini. Sering panas, tetapi tiba-tiba hujan. ’’Musim begini, genangan mudah sekali dijumpai. Karena itu, harus rajin bersih-bersih,’’ ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Pemkab Gresik Mukhibatul Khusnah menyampaikan, sebetulnya DBD bisa dicegah. Yakni, menerapkan 3M Plus. ’’Harus lebih rajin bersih-bersih rumah. Terutama di tempat-tempat yang bisa menjadi genangan air,’’ ucapnya.

Dokter mantan kepala Puskesmas Sukomulyo tersebut menyebutkan, sepanjang 2022 ini, sudah ada 107 kasus DBD. Jumlah itu lebih banyak daripada 2021 pada periode yang sama (selengkapnya lihat grafis). Kasus tahun ini paling tinggi sejak dua tahun terakhir.

Selain melakukan 3M Plus, masyarakat bisa menambahkan obat abate di tempat penampungan air. Hal itu bertujuan mencegah nyamuk berkembang biak. ’’Sebetulnya, yang bahaya itu air yang tidak bergerak. Di sana nyamuk mudah berkembang biak. Nah, ini perlu dikontrol terus,’’ ujarnya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : son/c12/diq

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads