alexametrics

Polrestabes Surabaya Kerahkan Tim Penangkal Hoaks Korona

25 Maret 2020, 18:48:48 WIB

JawaPos.com – Polisi memberikan atensi penyebaran hoaks pagebluk Covid-19. Satreskrim Polrestabes Surabaya pun sedang menggiatkan patroli siber untuk memerangi berita bohong di dunia maya. Terutama pada media sosial (medsos). ”Satreskrim sudah membentuk tim siber,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran.

Fungsi tim itu, jelas Sudamiran, ialah memantau aktivitas dunia maya. Dia ingin memastikan tidak ada kabar bohong yang berseliweran di tengah pandemi virus korona. Sebab, keberadaannya bisa makin menimbulkan kekhawatiran di masyarakat .

Sudamiran menegaskan, penyebaran hoaks tidak bisa ditoleransi. Jajarannya tidak akan segan mengambil tindakan. Di antaranya dengan membekukan akun yang menyebarkan hoaks. ”Jika ada temuan, tentunya dikomunikasikan dengan instansi terkait agar bisa di-takedown,” katanya.

Tidak hanya membekukan akun penyebar hoaks, Sudamiran menyebut juga akan memproses hukum pelakunya. ”Kondisi seperti ini cukup rawan dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebar hoaks,” tuturnya.

Dugaan itu bukannya tidak memiliki dasar. Polda Jatim beberapa waktu lalu sudah menangkap salah satu penyebar hoaks virus korona, yakni Nur Fadilah. Warga Jalan Bulak Rukem tersebut ditangkap karena membuat unggahan di Facebook. Dia menyebut adanya pasien virus korona di RSUD dr Soetomo. Padahal, kenyataannya pada saat itu belum ada. ”Hoaks akan semakin membuat resah kalau dibiarkan,” cetusnya.

Mantan Kasubdit Tipikor Polda Jatim tersebut berharap masyarakat lebih hati-hati dalam menerima informasi di dunia maya. Jangan asal mencernanya mentah-mentah. Terlebih sampai ikut menyebarkan.

Menurut Sudamiran, asal usul informasi yang didapat harus benar-benar dipastikan. Di antaranya dengan menjalin komunikasi dengan petugas yang kompeten. ”Wajib cek dan ricek dulu,” tuturnya.

Sudamiran pun mengimbau masyarakat yang mengetahui kabar palsu mau membuat laporan. Dia menjamin informasi apa pun akan mendapat tindak lanjut. ”Hoaks jadi atensi kami. Harus diberantas,” tandasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : edi/c9/git



Close Ads