alexametrics

Pemprov Jatim Siapkan Gedung BPSDM untuk Observasi ODP Virus Korona

Ada Sarana Olahraga, Bisa Tampung 450 Bed
25 Maret 2020, 20:18:38 WIB

JawaPos.com − Berbagai upaya strategis dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk menekan persebaran pandemi virus korona. Salah satunya, pemprov menyiapkan tempat khusus bagi orang dalam pemantauan (ODP) terkait Covid-19 tersebut. Ada dua lokasi yang dipilih. Yakni, gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur Malang (Kecamatan Klojen) dan Surabaya (Kecamatan Tandes).

Kemarin (24/3), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi BPSDM di Jalan Balongsari Tama. Mantan menteri sosial itu menuturkan, BPSDM di Surabaya mampu menampung hingga 450 bed untuk observasi ODP.

”Kami ingin memastikan bahwa yang di ruang isolasi khusus (di RS rujukan Covid-19, Red) hanya mereka yang PDP dan positif. Tetapi, untuk yang ODP jika dibutuhkan ruang observasi, ini (BPSDM) salah satu yang sudah kami siapkan,” tutur Khofifah.

Total, sembilan ruang asrama yang dioptimalkan. Setiap asrama memiliki ruang tidur dengan luas sekitar 6 x 8 meter persegi. Setiap kamar mempunyai satu toilet. Ada catatan khusus dari Khofifah untuk BPSDM di Surabaya. Dia meminta jarak antar-bed dalam satu ruangan diperlebar. ”Harus diberi jarak minimal 1 meter,” katanya kepada Kepala BPSDM Jawa Timur Aries Agung Paewai yang ikut mendampingi keliling gedung BPSDM.

Khofifah menyatakan, para ODP akan diobservasi hingga 14 hari. ”Kami juga akan menyediakan tim motivator dan tenaga kesehatan yang mencukupi,” tutur perempuan 54 tahun tersebut.

Khofifah belum membeberkan total jumlah nakes yang akan disiagakan. Yang pasti, kata dia, jumlahnya diusahakan tidak kekurangan. Dia menilai ODP butuh tempat observasi dan fasilitas yang memadai. ”Di sini (Gedung BPSDM, Red), saya kira sangat pas. Ada ruang olahraga, ruang terbuka hijaunya luas. Jadi, memadai lah. Semoga cukup,” tambahnya. Gedung BPSDM dilengkapi ruang gym serta lapangan voli dan tenis. Juga terdapat taman serta klinik dengan ambulans.

Sementara itu, Aries memastikan, aktivitas observasi bagi ODP akan berjalan optimal. Seluruh pegawai BPSDM di Malang dan Surabaya diliburkan sejak 16 Maret lalu hingga cuti bersama Hari Raya Idul Fitri. ”Kami juga mengembalikan seluruh peserta diklat sejak 16 Maret sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan,” terangnya.

Jika wabah pandemi virus Covid-19 belum berakhir pada bulan depan, lanjut Aries, BPSDM akan memperpanjang model pembelajaran jarak jauh kepada peserta diklat. ”Jika pemprov sudah memberikan lampu hijau pertanda dimulainya gedung dipakai observasi, kami siap membantu untuk memberikan pelayanan optimal,” jelasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : sam/c25/nor



Close Ads