alexametrics

Pekerja Konfeksi Lembur Semalaman Kerjakan Alat Pelindung Diri

25 Maret 2020, 18:18:32 WIB

JawaPos.com – Kabar tenaga kesehatan yang kekurangan alat pelindung diri (APD) disikapi Pemkot Surabaya dengan cepat. Mereka membantu menyiapkan alat pelindung tersebut dengan tenaga sendiri dan menggandeng pelaku UMKM.

Pembuatan baju coverall yang biasa dikenakan tenaga medis saat merawat pasien korona itu dibantu konfeksi yang bekerja sama dengan pemkot.

M. Arif Syaifuddin, pemilik konfeksi Arysdina, mengungkapkan awalnya agak ragu saat diminta untuk membuat baju khusus tersebut. Sebab, baju itu diminta segera jadi dalam sehari. Dia awalnya diminta untuk membuat 200 baju dalam sehari. Tapi, akhirnya disanggupi 150 baju dalam sehari. ”Tapi, setelah saya dan teman-teman berembuk, akhirnya kami mau. Karena ini juga upaya kami untuk bela negara membantu Pemkot Surabaya di tengah wabah virus korona,” ujar Aris, sapaan akrab M. Arif Syaifuddin, yang ditemui di tempat produksi di Nambangan kemarin (24/3).

Dia menceritakan, awalnya pihaknya bekerja sama dengan pemkot lewat program pahlawan ekonomi, terutama di dinas perdagangan. Bahan baku berupa kain hingga ritsleting datang pada Senin tengah malam. Ada yang berwarna kuning, putih, abu-abu, dan merah marun. Jenis kainnya pun khusus. Kain tersebut sekilas mirip bahan untuk jas hujan. Tapi, lebih banyak serat kainnya daripada karet atau plastiknya.

Aris tidak tahu perbedaan warna tersebut. Yang jelas, semua baju khusus itu akan diambil pada hari ini (25/3). Karena waktu yang mepet tersebut, dia meminta kepada para penjahit untuk lembur menyiapkan baju-baju itu. Total ada 17 penjahit yang dipekerjakan. ”Memang belum pernah bikin baju khusus ini. Tapi, namanya penjahit kalau diberi contoh, tak ada yang tidak bisa,” ungkap Aris.

Lantaran baju tersebut dibuat khusus, Aris menyebutkan bahwa para pekerja juga diminta secara ketat untuk menjaga kebersihan. Sudah disiapkan ember khusus untuk cuci tangan. ”Para penjahit juga akan mengenakan masker agar lebih steril,” jelas dia.

Kepala Dinas Kesehatan Febria Rachmanita menjelaskan bahwa pemkot memang membantu menyiapkan alat perlengkapan diri (APD) untuk tenaga kesehatan. Ada penutup wajah dari mika yang dibuat sendiri oleh pegawai pemkot. Sementara itu, pembuatan baju memang dikerjasamakan dengan pelaku UMKM. ”Baju coverall dijahitkan UKM,” ungkap Feni.

Hingga kemarin (24/3) penutup wajah yang dibuat pegawai pemkot itu mencapai 540 buah. Pembuatan penutup wajah tersebut dipusatkan di lantai 3 kantor Pemkot Surabaya. Mulai pengukuran mika, pemotongan spons (gabus), sampai tahap penjahitan karet yang dipasang di dua sisi mika. ”Memang untuk memerangi virus ini, semua harus bergerak bersama-sama,” kata Kepala Badan Kepegawaian Diklat (BKD) Kota Surabaya Mia Santi Dewi kemarin.

Kepala Bidang Promosi dan Mutasi Jabatan Yanuar Hermawan menambahkan, pembuatan face shield atau pelindung wajah itu cukup sederhana. Mika yang digunakan punya ketebalan 0,5 sentimeter dengan lebar 26 sentimeter dan tinggi 21,5 sentimeter. Kemudian, sponsnya setebal 3 sentimeter. ”Lalu, kita potong sponsnya. Jadi, panjangnya sesuai lekuk wajah. Jangan lupa pilih spons yang padat,” kata Wawan, sapaan akrabnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jun/c6/git



Close Ads