alexametrics

Cegah Persebaran Virus Korona, Kapolda Jatim Obrak Tempat Nongkrong

25 Maret 2020, 17:59:05 WIB

JawaPos.com – Operasi gabungan menghalau kerumunan massa dilakukan kemarin (24/3). Anggota Polda Jatim, TNI, dan satpol PP membubarkan tempat-tempat nongkrong dan kafe. Petugas juga memberikan penyuluhan bahwa kerumunan bisa menjadi media persebaran virus korona.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan turun langsung untuk mengimbau masyarakat. Operasi itu dilangsungkan mulai pukul 21.00. Lima titik nongkrong tidak luput dalam operasi tersebut.

Areanya mulai dari Taman Bungkul, Rolag Cafe Diponegoro, Sentra Wisata Kuliner Keputran, hingga warung kopi di frontage road A. Yani.

’’Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan terhadap masyarakat. Kami mengimbau agar segera meninggalkan tempat dan kembali ke rumah masing-masing. Mari bantu untuk pencegahan pesebaran virus Covid-19,’’ kata Luki.

Menurut jenderal dua bintang itu, masyarakat juga perlu memahami pentingnya pencegahan. Dia juga meminta pengertian pemilik tempat-tempat nongkrong untuk tutup sementara. ’’Kami minta pengertian warga saja. Kami berusaha kooperatif. Jika tidak, memang perlu daya paksa untuk pembubaran massa,’’ ucap orang nomor satu di Polda Jatim tersebut.

Dalam pembubaran itu, sejumlah personel juga tampak mengimbau dalam bahasa Jawa. Salah satunya Bripka Nurika yang mengimbau warga dengan cara unik. Dia tampak melakukan sosialisasi dengan bahasa Suroboyoan. ’’Lho enggak wedi ta arek-arek iki. Ayo rek mulih… mulih…. Ndang viruse cepet matek enggak nemplok kene…,’’ katanya.

Pembubaran itu berlangsung tiga jam. Beberapa pusat perbelanjaan juga tampak tutup. Jalanan kemarin malam tampak lengang. Dalam operasi tersebut, tim gabungan juga menyemprot tempat-tempat nongkrong.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, langkah tersebut bakal dilakukan setiap sore hingga malam. Dalam operasi itu, tim bakal melangsungkan operasi beskala besar. ’’Ada pidananya jika melanggar, yaitu setahun penjara. Dasar hukumnya pasal 212, 216, dan pasal 218 KUHP,’’ paparnya.

Di sisi lain, anggota Satpol PP Surabaya juga berkeliling untuk meminta warga tidak bergerombol di warung kopi. Kemarin siang (24/3) anggota Tim Odong-Odong Satpol PP menyisir warung kopi di dekat Taman Teratai, Tambaksari. Juga, meminta yang sudah selesai membeli barang kebutuhannya bisa segera meninggalkan tempat.

Sebelum ke warung kopi itu, mereka juga meminta anak-anak yang bermain futsal di Lapangan Taman Teratai itu membubarkan diri. Para anggota satpol PP meminta dengan nada lembut. ’’Pulang dulu ya, dik, dilarang main di taman. Kalau sampai rumah, jangan lupa cuci tangan dan kaki dulu,’’ ujar Komandan Regu Tim Odong-Odong Satpol PP Surabaya M. Abdul Ghofur.

Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto menjelaskan bahwa semua pihak berupaya mencegah persebaran virus korona. Salah satu yang menjadi perhatian adalah menjaga jarak aman minimal 1 meter. ’’Sosial distancing dan physical distancing untuk saat ini mutlak dilakukan di mana-mana,’’ ujar Irvan.

Anggota satpol PP akan terus-menerus mengingatkan warga. Dia menegaskan bahwa upaya untuk membuat orang tidak bergerombol dilakukan dengan cara-cara humanis. Tidak sampai ada upaya pembubaran. ’’Yang kami maksudkan adalah menjaga jarak dulu, termasuk di warung kopi atau tempat umum lainnya,’’ tegas Irvan.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : den/jun/c15/git



Close Ads